
Yogyakarta-suarainfo.com- Induk Koperasi Tambang Nusantara (IKTN) menandai satu tahun perjalanan pengabdian sejak dicetuskan di Sidempuan pada 17 Oktober 2025. Dengan semangat Satu Komando Berjuta Sejahtera, IKTN membawa harapan bagi petani penambang untuk membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Di balik setiap jengkal tanah Nusantara, tersimpan cerita tentang perjuangan, keringat, dan harapan. Karena itu, IKTN berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Basyaruddin dan Sekretaris Jenderal Rudi Tanjung, bersama Ketua Harian Aidil Fitri serta Ketua Operasional Khaerul Saleh Sipahutar, IKTN terus mendorong pembentukan Koperasi Tambang Rakyat yang legal, mandiri, dan berkeadilan.
Melalui sosialisasi dan pendampingan, Ketua IKTN mengajak petani penambang membangun usaha yang lebih tertata. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab.
Perjalanan pengabdian IKTN menjangkau berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.
Di setiap wilayah, semangatnya tetap sama: merangkul masyarakat, memperkuat koperasi, dan membuka jalan menuju kesejahteraan bersama.
Lebih dari sekadar perjalanan organisasi, langkah tersebut membawa pesan bahwa pembangunan ekonomi perlu menyentuh masyarakat di tingkat tapak.
IKTN menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai landasan perjuangan untuk mendorong pengelolaan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.
Melalui koperasi, IKTN ingin membantu petani penambang memperoleh akses terhadap kelembagaan yang sah serta tata kelola usaha yang lebih baik. Namun, upaya tersebut tetap memerlukan kepatuhan terhadap hukum, perlindungan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.
Sebab, kesejahteraan sejati bukan hanya tentang hasil bumi. Kesejahteraan juga menyangkut martabat manusia, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan generasi berikutnya.
Satu tahun menjadi pijakan untuk melanjutkan perjalanan. IKTN menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan memperluas semangat koperasi di berbagai daerah.
Kini, harapan itu kembali bertumpu pada kerja bersama. Dengan gotong royong, tata kelola yang baik, dan semangat keadilan, petani penambang dapat mengambil bagian dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif. (Raja).














































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan