
Yogyakarta,suarainfo.com,- Jogja Windwave International Festival 2026 resmi diperkenalkan di Hotel Royal Malioboro, Yogyakarta, Jumat (21/8/2026). Festival ini membawa angin, ombak, olahraga, wisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung.

Ketua penyelenggara sekaligus Ketua Bidang Pariwisata Kadin DIY, Ir. Arif Effendi, mengatakan Jogja Windwave menggabungkan olahraga berbasis angin dan ombak.

“Potensi Pantai Selatan sangat besar. Namun, belum tergarap maksimal. Karena itu, kami ingin mengangkatnya bersama,” ujar Arif.Festival tidak hanya menghadirkan kitesurf. Panitia juga membuka windsurf, olahraga layar, surfing, serta aktivitas air lainnya.

Panitia menetapkan Laguna Depok sebagai pusat kegiatan. Kawasan ini memiliki ruang yang mendukung olahraga air sekaligus pembelajaran bagi peserta.Selanjutnya, pengembangan dapat merambah kawasan pantai lain di Kulon Progo hingga Gunungkidul.
Musim angin menjadi salah satu kekuatan festival. Angin tenggara dan angin selatan biasanya bertiup pada April hingga November.
Sementara itu, Agustus dan September menjadi periode yang dinilai paling mendukung.Karena itu, panitia optimistis kondisi angin September 2026 dapat mendukung pertandingan.

Jogja Windwave memasuki penyelenggaraan ketiga. Pada 2022, panitia menghadirkan peserta dari Lombok. Kemudian pada 2023, peserta datang dari Bali bersama peserta asing.Kini, jumlah peserta asing diperkirakan mencapai delapan orang. Mereka berasal antara lain dari Spanyol dan Italia.Kehadiran peserta internasional membuka peluang promosi Yogyakarta secara lebih luas.


Arif melihat olahraga ekstrem memiliki karakter wisata yang kuat. Peserta tidak selalu pulang setelah bertanding.Mereka dapat tinggal lebih lama. Mereka juga bisa menikmati destinasi, budaya, kuliner, dan industri kreatif Yogyakarta.
Dengan begitu, atlet dan komunitas dapat menjadi wisatawan sekaligus membuka peluang jejaring bisnis bagi produk lokal.

Penyelenggara juga menyiapkan standar keselamatan. Dukungan unsur TNI Angkatan Laut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kegiatan.
Selain itu, panitia mendorong operator memiliki kompetensi dan referensi internasional. Dukungan instruktur asing dan sertifikasi juga diarahkan untuk memperkuat profesionalisme.
Festival 2026 turut menghadirkan lomba fotografi. Peserta akan menangkap gerak olahraga, lanskap pantai, dan budaya Yogyakarta.
Konsep ini mempertemukan sport tourism, budaya, dan kreativitas. Bahkan, peserta dari luar daerah berencana membawa unsur busana tradisional dalam sesi fotografi.
Peserta mulai hadir pada 18 September 2026. Mereka akan melakukan uji coba sekaligus mengenal lingkungan wisata Yogyakarta.
Kegiatan utama berlangsung 19–20 September 2026. Selain pertandingan, panitia menyiapkan ruang pertemuan, fotografi, dan aktivitas wisata.
Jogja Windwave International Festival 2026 tidak sekadar mengejar kompetisi. Festival ini ingin memperkenalkan Pantai Selatan sebagai ruang baru olahraga dan wisata internasional.

Mari datang, saksikan aksi di atas angin dan ombak, nikmati pesona Laguna Depok, serta dukung Yogyakarta menjadi panggung sport tourism dunia.
Dari Laguna Depok, Yogyakarta mengajak dunia menikmati angin, ombak, budaya, dan keramahan pantai selatan.
Penulis : (RM.Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).






























































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan