
Yogyakarta,suarainfo.com- Dunia seni rupa Indonesia berduka. Maestro lukis Nasirun wafat pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 05.58 WIB di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Seniman kelahiran Cilacap, 1 Oktober 1965, itu meninggal dunia pada usia 60 tahun.
Keluarga menyemayamkan jenazah Nasirun di kediamannya, Jalan Wates Kilometer 3, Onggobayan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Sejak pagi, ribuan pelayat datang silih berganti. Seniman, budayawan, kolektor, akademisi, tokoh masyarakat, hingga artis nasional memberikan penghormatan terakhir.
Suasana haru menyelimuti rumah duka. Tangis keluarga mengiringi kedatangan para pelayat yang mengenang perjalanan panjang sang maestro.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut melayat. Ia memeluk istri almarhum, menyampaikan duka, serta menguatkan keluarga.
Susi mengaku terkejut mendengar kabar Nasirun wafat. Karena sedang berada di Yogyakarta, ia langsung mendatangi rumah duka.
“Saya sangat kaget sekali mendengar dan kebetulan saya sedang di Yogyakarta sehingga saya langsung ke rumah duka di sini,” ujar Susi.
Susi juga mengenang pertemuan pertama mereka di rumahnya di Menteng, Jakarta. Saat itu, Nasirun memberikan lukisan ikan paus berukuran 3 x 4 meter.
Namun, rencana pertemuan mereka pada Sabtu malam di kediaman Romo Sindu, Sleman, akhirnya tidak terwujud. Nasirun lebih dahulu berpulang.
Seniman dan maestro tari Didik Nini Thowok juga menyampaikan duka. Ia mengaku terkejut kehilangan sahabat dekatnya.
Bagi Didik, Nasirun bukan hanya pelukis besar. Ia juga sosok rendah hati, hangat, dan memiliki dedikasi kuat terhadap seni serta budaya Indonesia.
Nasirun dikenal melalui karya yang memadukan wayang, mitologi Jawa, spiritualitas, tasawuf, dan realitas sosial. Latar pendidikan Seni Kriya Batik serta Seni Murni membentuk karakter visualnya yang khas.
Sepanjang karier, Nasirun menggelar ratusan pameran di Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Singapura, dan sejumlah negara lain.
Dedikasinya juga mengantarkan Nasirun meraih berbagai penghargaan, termasuk Philip Morris Award pada 1997.
Jenazah Nasirun dimakamkan pada Sabtu siang di Komplek Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima /Red).






































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan