
Bantul,suarainfo.com-Aspirasi masyarakat daerah menguat dalam kegiatan bertema pembangunan berwawasan lingkungan di Pager Gunung, Piyungan, Bantul, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini mendorong solusi nyata atas persoalan sampah yang terus menumpuk.

Anggota DPD RI dan MPR RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh merusak lingkungan. Ia menekankan bahwa arah pembangunan harus sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 4.
“Pembangunan harus menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya ditumpuk,” ujarnya.
Selain itu, Hilmy menyoroti kondisi sampah di Piyungan yang semakin menumpuk. Oleh karena itu, ia mendorong solusi dari hulu.
Pertama, masyarakat perlu memilah sampah sejak rumah.
Kedua, komunitas harus aktif mengelola sampah.
Ketiga, pemerintah wajib memperkuat sistem pengelolaan. Dengan demikian, proses pengolahan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Hj. Nurjannah, M.Si. menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat pemberdayaan lingkungan.
Ia mendorong gerakan nyata, penghijauan kampung, pengelolaan sampah mandiri, sanitasi sehat,kompos bersama. Akibatnya, masyarakat sekitar ikut bergerak menjaga lingkungan.
Lebih lanjut, kolaborasi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Program tidak boleh berhenti sebagai slogan. Sebaliknya, kebijakan harus mendukung kebutuhan lapangan,mempermudah gerakan masyarakat,memperkuat kapasitas SDM. Dengan kata lain, semua pihak harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penerima program. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).







































































































































































Tinggalkan Balasan