
Yogyakarta,suarainfo.com – Penampilan Syifa Ariyanti Ishaputri dan Gabriella Mutiara Puri Pertiwi menjadi sorotan dalam gelaran MORSA Event 2026 di Hometeater Purawisata Yogyakarta, Selasa (23/6/2026). Keduanya berhasil memukau tamu undangan dan penonton melalui pembacaan syair, puisi, serta penampilan musikal yang penuh penghayatan.
Syifa dan Gabriella tercatat sebagai penampil termuda dalam acara seni budaya yang digagas Pagar Betis Nusantara tersebut. Meski masih berusia muda, keduanya tampil percaya diri dan mampu membangun suasana yang menyentuh hati para penonton.
Sejak awal tampil di atas panggung, Syifa dan Gabriella langsung menarik perhatian audiens. Mereka membawakan syair dan puisi dengan ekspresi yang kuat. Selain itu, penampilan keduanya mengundang tepuk tangan panjang dari para tamu yang hadir.

Syifa Ariyanti Ishaputri merupakan pianis muda yang baru lulus dari SLB setingkat MTs. Sementara itu, Gabriella Mutiara Puri Pertiwi saat ini masih menempuh pendidikan di kelas dua Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta.
Keduanya membuktikan bahwa bakat, semangat, dan kerja keras mampu membuka jalan menuju panggung seni yang lebih luas.
Penampilan dua talenta muda tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, mereka menyampaikan pesan tentang keberanian, harapan, dan semangat berkarya tanpa batas.
Melalui karya seni, Syifa dan Gabriella menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi. Karena itu, kehadiran mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan percaya diri.

Penanggung Jawab Promosi dan Marketing MORSA 2026, Aswarun Barera, menyampaikan bahwa kehadiran Syifa dan Gabriella dapat menjadi motivasi bagi pelajar serta anak-anak tunanetra untuk berani tampil dan berkarya.
Menurutnya, MORSA tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni. Acara ini juga menjadi wadah edukasi, inspirasi, dan pengembangan potensi bagi generasi muda Indonesia.
“Tidak ada batasan untuk selalu berkarya. Jangan melihat kekurangan atau kelebihan seseorang. Yang terpenting adalah semangat, potensi, dan kesempatan untuk berkembang. Semua anak berhak mendapatkan ruang yang sama untuk tampil dan bersinar,” ujar Aswarun Barera.

Dukungan terhadap lahirnya talenta muda juga datang dari Joko Pranoto, produser MORSA 2026 yang dikenal sebagai sastrawan dan pengusaha.
Melalui MORSA, Joko Pranoto terus menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda untuk menampilkan karya terbaik mereka. Ia menilai seni budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat identitas bangsa, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Komitmen tersebut terlihat melalui keterlibatan berbagai seniman, budayawan, akademisi, dan pelaku seni dalam satu panggung kolaborasi budaya Indonesia.



MORSA 2026 menjadi bukti bahwa seni mampu menyatukan berbagai latar belakang dalam satu ruang inspirasi. Acara ini juga memperlihatkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.
Karena itu, masyarakat, pelajar, komunitas seni, dan penyandang disabilitas diajak untuk terus mendukung lahirnya talenta-talenta muda Indonesia. Dengan dukungan yang tepat, mereka dapat tumbuh menjadi generasi kreatif yang membawa perubahan positif bagi bangsa. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).




















































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan