
Yogyakarta-suarainfo.com- Pengurus Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Universitas AMIKOM Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Momen itu bukan sekadar seremoni. Sebaliknya, pengukuhan menjadi awal langkah baru membangun ekosistem perfilman yang kreatif, profesional, dan berdaya saing.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, MP, menegaskan bahwa film tidak hanya menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, film menggerakkan ekonomi, memperkenalkan budaya, sekaligus mempromosikan pariwisata.
Menurutnya, Yogyakarta memiliki semua syarat untuk tumbuh sebagai pusat industri film. Alamnya memikat, budayanya hidup, manusianya kreatif, dan ekosistem seninya terus berkembang.

“PARFI DIY kami harapkan menjadi ujung tombak yang mengenalkan Jogja kepada Indonesia bahkan dunia melalui karya film,” ujarnya.

Selain itu, Imam mengajak seluruh pengurus menjaga profesionalisme. Ia juga mendorong lahirnya kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku industri kreatif.

Sementara itu, Tazbir, Dewan Penasehat PARFI DIY, menyebut pengukuhan ini sebagai momentum menyatukan langkah. Menurutnya, sinergi antara PARFI dan Dinas Pariwisata DIY membuka jalan bagi lahirnya berbagai program strategis.
Ia mengingatkan, Jogja memiliki daya tarik yang sulit ditandingi. Pantai, gunung, cagar budaya, hingga desa wisata membentuk lanskap sinematik yang kaya.
“Film menjadi jembatan yang menghubungkan budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Karena itu, Jogja layak menjadi barometer perfilman nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Tazbir mengungkapkan bahwa sejumlah film Hollywood pernah memilih Yogyakarta sebagai lokasi syuting. Fakta itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa Jogja memiliki nilai jual tinggi di mata industri perfilman dunia.

Senada dengan itu, Penasehat PARFI DIY sekaligus Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta Prof. M. Suyanto berharap organisasi tersebut melangkah lebih jauh. Ia ingin PARFI DIY tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, melainkan juga tampil di panggung internasional.
Menurutnya, pengalaman membangun jejaring dengan industri Bollywood menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi global.
“Kita telah memiliki ekosistem. Kini saatnya PARFI Jogja memimpin dan melahirkan karya berkelas dunia,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PARFI DIY Mahmoud Elqadrian memastikan kepengurusan baru akan lebih terbuka. PARFI DIY, katanya, siap bekerja sama dengan berbagai pihak yang sejalan dengan visi organisasi.
Ia juga membuka ruang kolaborasi bersama pelaku seni lintas bidang agar apresiasi masyarakat terhadap perfilman terus meningkat.

Selanjutnya, Ketua Pelaksana Ahmad Dzaki berharap seluruh pengurus menjaga kekompakan, saling menguatkan, dan bekerja dengan semangat kebersamaan.
Ia optimistis PARFI DIY mampu melahirkan film layar lebar, film pendek, hingga memberi ruang bagi aktor dan aktris berbakat asal Yogyakarta untuk tampil lebih luas.

Sementara itu, sastrawan sekaligus pengurus PARFI DIY Meritz Hindra mengajak organisasi tersebut melahirkan karya yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga bermakna bagi masyarakat.
Baginya, film adalah bahasa zaman. Film merekam ingatan, menjaga budaya, dan menyampaikan pesan kepada generasi berikutnya. Karena itu, PARFI DIY perlu segera menyusun program nyata agar setiap karya memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat wajah perfilman Indonesia.


Pengukuhan PARFI DIY akhirnya menjadi penanda dimulainya perjalanan baru. Dari Kota Gudeg, harapan itu tumbuh, melalui layar lebar. Mari dukung PARFI DIY 2025–2030 dalam melahirkan karya film berkualitas. Bersama, kita jadikan Yogyakarta pusat perfilman, budaya, dan ekonomi kreatif Indonesia.
Dukung kemajuan industri perfilman Indonesia dengan mendukung karya sineas lokal. Mari bersama menjadikan Yogyakarta sebagai pusat perfilman dan ekonomi kreatif Indonesia.(Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).
























































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan