
Yogyakarta-suarainfo.com- Equator Promotions menggelar konferensi pers perdana “The Temple of Champions” di Platinum Kitchen, Bar Lounge Lantai 3, Yogyakarta. Rabu, (30/9/2026). Acara ini menandai hitung mundur H-30 menuju pertarungan pada 7 November 2026 di Candi Prambanan.




“The Temple of Champions” memadukan tinju profesional dan budaya Yogyakarta. Selanjutnya, Candi Prambanan menjadi latar gelaran yang membawa olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu panggung.
Ajang ini juga mempertaruhkan dua Sabuk WBC Asia Silver. Karena itu, para petarung mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengejar langkah menuju peringkat dunia.

Konferensi pers menghadirkan Founder Equator Promotions Albert Kristianto Gunawan, CEO Lola Zieta, Senior Executive Advisor WBC Asia Dr. Urgyen Rinchen Sim, Ketua Umum KTI Pusat Capt. Dr. Anton Sihombing, Sekjen KTI Pusat Hendra Julio, serta Penasehat KTI Pusat Dewanto Siregar.




Para petarung yang hadir antara lain Nikhy Dura, Yunus Sasmita “The Irian Boy”, Oska Paleva “The Assassins”, Nendi “The Shark Boy”, Bukan Boy Biasa, Ilham Setyadi, dan Udin Amstrong.
Sementara itu, Satria “Anak Melayu” dan Daniel De Assis Belo dari Timor Leste mengikuti konferensi pers melalui video call karena masih menjalani pemusatan latihan.

Founder Equator Promotions Albert Kristianto Gunawan mengatakan Equator Promotions ingin menghadirkan panggung yang layak bagi atlet tinju profesional Indonesia.

Menurutnya, “The Temple of Champions” tidak hanya menghadirkan pertarungan perebutan Sabuk WBC Asia Silver. Ajang tersebut juga membawa kekayaan budaya Yogyakarta dan Candi Prambanan ke perhatian publik internasional.

CEO Equator Promotions Lola Zieta juga menekankan kolaborasi olahraga dan pariwisata. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman bagi penonton serta para pemangku kepentingan.

Senior Executive Advisor WBC Asia Dr. Urgyen Rinchen Sim menyampaikan dukungan terhadap gelaran tersebut. Ia menilai perpaduan pertarungan Sabuk WBC Asia Silver dengan situs bersejarah Candi Prambanan menjadi konsep yang menarik.

Selain itu, Ketua Umum KTI Pusat Capt.Dr. Anton Sihombing menyatakan kesiapan KTI mengawal regulasi, fair play, dan keselamatan atlet agar pertandingan mengikuti standar profesional..
The Temple of Champions membawa satu pesan: olahraga dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan budaya dan destinasi Indonesia kepada dunia.Dari ring menuju Prambanan, energi para petarung akan bertemu dengan kemegahan warisan budaya Yogyakarta.Karena itu, masyarakat dan insan pers dapat mengikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @equatorpromotions.(R)
.


















































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan