
Bantul-suarainfo.com- Festival Teater Remaja Nusantara (FTRN) V Tahun 2026 mengusung tema Temutaut dan konsep ramah lingkungan. Festival ini mempertemukan pelajar, mahasiswa, seniman, akademisi, serta masyarakat dalam ruang kreatif yang hangat dan terbuka.

Ketua Pelaksana FTRN V, Dinda Frilia, menjelaskan konsep tersebut kepada awak media di Halaman Kampus ISI, Bantul, Kamis (30/7/2026).
Dinda mengatakan FTRN sejak awal hadir sebagai ruang perjumpaan. Melalui festival ini, para seniman, akademisi, siswa, mahasiswa, dan pegiat teater dapat bertemu, bertukar gagasan, serta berdiskusi.
Selain itu, FTRN V membuka ruang hiburan bagi masyarakat Jogja dan daerah sekitarnya. Karena itu, festival tidak hanya menyajikan parade teater.
Pengunjung juga dapat menikmati talkshow, musik, tari, pertunjukan teater, workshop, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya.

“Festival ini bukan hanya parade teater. Semua kalangan dapat menikmati rangkaian acaranya, termasuk masyarakat yang belum mengenal teater,” ujar Dinda.
Tahun ini, panitia memberi perhatian besar pada isu lingkungan. Dinda menilai kegiatan seni sering menghasilkan limbah dari penggunaan properti dan set artistik sekali pakai.
Setelah digunakan, sebagian bahan langsung dibuang. Akibatnya, limbah dapat mencemari tanah dan lingkungan sekitar.
Oleh sebab itu, FTRN V berupaya mengurangi sampah plastik dan limbah artistik. Panitia juga mendorong penggunaan bahan secara lebih bijak dan berkelanjutan.
“Kami ingin membuat festival yang tetap kreatif, tetapi lebih ramah terhadap lingkungan,” katanya.
FTRN V menghadirkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Mahasiswa dan pelajar dari Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, serta Jawa Timur turut meramaikan kegiatan tersebut.
Melalui festival ini, peserta dapat belajar dari juri, seniman, pemateri talkshow, dan fasilitator workshop.
Namun, pembelajaran tidak hanya membahas akting. Peserta juga dapat mengenal penyutradaraan, tata artistik, tata panggung, kostum, tata rias, serta berbagai unsur penting dalam produksi pertunjukan.
Dengan demikian, FTRN V membuka pandangan bahwa teater merupakan karya kolaboratif yang luas dan dapat terus berkembang.

Panitia berharap peserta memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan jejaring baru. Selain itu, FTRN V ingin menghadirkan suasana yang hangat dan berkesan.
Festival ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pertemuan bagi generasi muda dari seluruh Nusantara.
FTRN V menawarkan lebih dari sekadar pertunjukan. Pengunjung dapat menyaksikan kreativitas siswa dalam akting, penyutradaraan, serta penataan artistik.
Kehadiran UMKM memperluas manfaat kegiatan. Festival tidak hanya menghidupkan dunia teater, tetapi juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Masyarakat diajak datang dan menikmati ragam pertunjukan, diskusi, musik, tari, kuliner, serta produk UMKM.
FTRN V menjadi tempat bertemu, belajar, berkarya, dan merawat lingkungan melalui seni.
Datang, nikmati pertunjukannya, dukung karya pelajar, dan ramaikan UMKM lokal di Festival Teater Remaja Nusantara V 2026. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).


































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan