
Bantul,suarainfo.com- Jaringan Wayang Kontemporer (JWK) kembali menggelar pentas rutin Minggu Legen. Kali ini, JWK menampilkan Wayang Kotak karya Ki Hangno yang terinspirasi dari wayang beber dan panil relief percandian.
Lakon berjudul Satria Kuning Lena mengangkat kisah seorang tokoh muda yang masuk ke dunia politik. Awalnya, ia membawa semangat idealis. Namun, sistem politik perlahan menyeretnya menjadi pribadi serakah dan korup.
Akhir cerita menjadi tragis. Tokoh tersebut terkena OTT KPK. Peristiwa itu membuat malu keluarga besar dan organisasi massanya. Padahal, mereka dikenal sebagai keluarga terpandang dan terdidik.

Ki Hangno menjelaskan, lakon ini terinspirasi dari sejumlah politikus muda Indonesia yang pernah tersandung kasus korupsi. Mereka awalnya diharapkan menjadi tokoh kebangsaan. Namun, kekuasaan dan sistem politik justru menjerat mereka.
Pentas ini juga menjadi kritik sosial terhadap praktik politik neo kolonialisme yang masih terasa dalam kehidupan berbangsa.
Selain pentas wayang, acara ini menghadirkan diskusi budaya dan kritik seni pertunjukan. Yoga Bagus Satatagama membahas sisi artistik pertunjukan. Sementara itu, praktisi politik Tri Heru Wardoyo mengulas tema sosial dan politik dalam lakon.
Diskusi dipandu moderator Pamudji Pamuji GodReal Raharjo.
Acara semakin menarik dengan workshop membuat wayang dari rumput mendong. Seniman Jantan Putra Bangsa memandu kegiatan ini secara gratis untuk masyarakat.
Pentas ini bukan sekadar hiburan. JWK mengajak masyarakat membaca realitas politik melalui bahasa budaya dan seni pertunjukan.”Monggo catat tanggal mainnya. Salam Budaya”.
Saksikan Wayang Kotak JWK di Bantul. Pentas budaya, diskusi politik, dan workshop wayang gratis dalam satu panggung kreatif.(Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima /Red).





































































































































































































































































Tinggalkan Balasan