
Magelang-(Jateng)-suarainfo.com- Tawa dan haru berpadu dalam film Piye To Kih?, drama komedi yang mengajak penonton menyelami cinta, persahabatan, dan arti keluarga. Film produksi Miracle Pictures bersama Woko Channel ini menghadirkan kisah unik yang memadukan humor Jawa, romansa, dan misteri supranatural.

Film ini mengikuti perjalanan Mukidi (Heri Chandra), lelaki yang ingin memantaskan diri demi menikahi perempuan pujaannya. Ia membeli rumah murah, tetapi justru menemukan misteri yang mempertemukannya dengan Sukma (Dara Sarasvati), perempuan dari alam berbeda.
Bersama dua sahabatnya, Gendut dan Penyok, Mukidi menghadapi kejadian ganjil yang mengundang tawa sekaligus menyentuh perasaan. Melalui perpaduan komedi absurd dan drama emosional, film ini mengajak penonton tertawa, merenung, lalu kembali mengingat orang-orang terkasih.

Ito Mavin menyutradarai film ini sekaligus bertindak sebagai produser dan penulis skenario bersama Endik Koeswoyo.Ito mengungkapkan bahwa dasar cerita film tersebut telah ada sejak 2004. Ia kemudian mengembangkannya bersama Endik karena merasa memiliki kecocokan dalam proses kreatif.

Sementara itu, Dara Sarasvati mengaku harus berjuang saat menjalani adegan menangis. Ia mengulang beberapa adegan hingga air matanya keluar secara alami.

Heri Chandra juga memperoleh pengalaman berharga ketika memadukan komedi dengan akting natural. Adapun Gabriella Desta, pemeran Bunga, mengaku kesulitan menahan tawa saat beradu akting dengan Heri.

Di sisi lain, Ibnu Gundul menikmati perannya sebagai Pak RT, sosok yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menghadirkan humor melalui dinamika rumah tangga.
Sekitar 85 persen dialog film ini menggunakan bahasa Jawa dengan dukungan subtitle. Pilihan tersebut menjadi warna tersendiri sekaligus memperkuat identitas lokal dalam cerita.

Melalui pendekatan itu, film ini membawa kekayaan bahasa dan budaya Jawa ke layar lebar. Sutradara berharap film tersebut dapat menjangkau penonton di berbagai bioskop Indonesia.

Keceriaan juga terlihat dari tiga penonton yang mengaku sebagai penggemar Woko Channel, yakni Anora, Keira, dan Kirana dari SMP Negeri 6 Magelang.
Mereka mengaku senang menyaksikan film tersebut di layar lebar. Sebelumnya, mereka juga mengikuti video pendek Woko Channel melalui YouTube.
Bagi mereka, film ini bukan sekadar hiburan. Ceritanya menghadirkan tawa, kesedihan, dan kehangatan keluarga dalam satu pengalaman menonton.
Pesan yang mereka tangkap pun sederhana, tetapi bermakna: jangan mudah putus asa, sayangi keluarga selagi masih ada, dan hargai teman yang selalu hadir. Mereka juga berharap Piye To Kih? terus meraih kesuksesan dan menghadirkan musim kedua.



Film Piye To Kih? menawarkan pengalaman menonton yang memadukan humor, romansa, misteri, dan pesan kehidupan.
Bagi pencinta komedi Indonesia, khususnya penikmat cerita berbahasa Jawa, film ini layak masuk daftar tontonan.
Mari dukung karya perfilman Indonesia dan nikmati kisah yang mengingatkan kita untuk menjaga cinta, persahabatan, serta keluarga.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).


























































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan