
Yogyakarta-suarainfo.com- Suluh Sumurup Art Festival 2026 kembali membuka ruang bagi seniman disabilitas melalui tema “Maneges” di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kamis (24/9/2026).

Festival ini memasuki penyelenggaraan keempat. Kali ini, Suluh Sumurup Art Festival 2026 menegaskan perjalanan panjang seniman disabilitas untuk memperoleh ruang, apresiasi, dan posisi yang setara dalam ekosistem seni.

Kurator sekaligus seniman dan staf pengajar ISI Yogyakarta, Nano Warsono, mengatakan setiap penyelenggaraan memiliki tahapan.
“Pada 2023 itu kegandengan, kita mengajak teman-teman untuk sama-sama melangkah. Kemudian 2024 jumangkah, kita berjalan bersama menuju level yang lebih tinggi. Tahun 2025 jejer, meneguhkan teman-teman disabilitas sebagai pelaku seni yang memiliki eksistensi,” ujar Nano.
Menurut Nano, tema “Maneges” menjadi titik penting untuk menegaskan bahwa seniman disabilitas membutuhkan ruang yang layak.
Karya, lanjutnya, tidak hanya berbicara tentang kualitas visual. Lebih jauh, karya menjadi jalan untuk membangun kesetaraan dan menghadirkan representasi seniman disabilitas di ruang seni.
Nano menilai kurasi seni disabilitas membutuhkan pengetahuan dan perspektif khusus. Kurator tidak cukup hanya memahami kualitas karya. Mereka juga perlu memahami perspektif disabilitas serta keberpihakan terhadap akses dan kesempatan berkesenian.

“Ini menjadi satu gerakan. Meskipun saya nondisabilitas, saya melihatnya sebagai gerakan dan bagian dari aktivitas seni disabilitas,” katanya.
Namun, akses menjadi tantangan. Banyak seniman disabilitas di daerah belum terhubung dengan ruang seni yang lebih besar.Karena itu, jejaring menjadi penting untuk menemukan potensi dari berbagai daerah.

Nano berharap Suluh Sumurup menjangkau lebih banyak seniman dari luar Yogyakarta.Ia juga berharap galeri dan ruang seni lain memberi kesempatan yang sama. Dengan demikian, karya seniman disabilitas tidak berhenti di satu ruang.
Sebaliknya, karya mereka dapat tampil, diapresiasi, dibeli, dan dipamerkan lebih luas. Lihat karyanya. Kenali ceritanya. Berikan apresiasi. Sebab, ruang yang terbuka dapat menjadi langkah baru bagi seniman disabilitas untuk tumbuh dan berkarya.

Kurator Sukri Budi Utomo atau Butong mengatakan festival ini menjadi jembatan bagi seniman disabilitas.Festival tidak hanya memberi ruang pamer. Sebaliknya, kegiatan ini juga membantu peserta memahami proses pameran.“Suluh Sumurup seperti menerangi potensi yang belum terlihat,” kata Butong.
Antusiasme peserta juga terus meningkat. Tahun ini, peserta berasal dari berbagai daerah. Bahkan, pendaftar datang dari 18 provinsi. Meski begitu, beberapa peserta harus mundur karena bencana dan kondisi daerah.
Butong melihat perkembangan peserta dari tahun ke tahun. Sejumlah peserta lama kini mengikuti pameran umum.Hal itu menunjukkan satu perkembangan penting. Suluh Sumurup dapat menjadi pijakan menuju ruang seni yang lebih luas.

Karena itu, Butong mengajak seniman disabilitas terus menggali potensi.“Jangan ragu. Sudah ada ruang dan kesempatan yang bisa dimasuki,” ujarnya.

Nisa, kakak Riza, juga merasakan manfaat festival. Riza merupakan seniman disabilitas yang menyukai kegiatan mewarnai.

Menurut Nisa, aktivitas tersebut membuka banyak pengalaman. Riza bertemu teman baru. Ia juga mengikuti pameran dan terus mengembangkan karya.
Riza telah mengikuti Suluh Sumurup beberapa kali. Ia juga pernah mengikuti pameran dan lomba.“Dengan kegiatan ini, adik saya semakin bersemangat. Setiap tahun dia ingin terus berkarya,” kata Nisa.

Nisa mengajak masyarakat memberi perhatian pada karya seniman disabilitas.Menurutnya, masyarakat perlu melihat karya mereka secara terbuka. Apresiasi dapat memberi semangat bagi seniman untuk terus berkarya.“Mari kita bersama-sama mengapresiasi teman-teman disabilitas supaya mereka terus berkarya,” ujarnya.



Mari datang, melihat, mengenal, dan mengapresiasi karya seniman disabilitas. Dukung seni yang membuka ruang lebih luas, setara, dan inklusif.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 “Maneges”. Dari karya, menuju kesetaraan.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan