
Bantul-suarainfo.com-Jogja International Food & HORECA Expo (JIFHEX) 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (28/8/2026).
Pameran berlangsung pada 28–30 Agustus 2026, pukul 10.00–19.00 WIB. Tahun ini, JIFHEX mengusung tema “Empowering Culinary Business in the Heart of Java.”
Dari pantauan mata di lokasi, pembukaan berlangsung dalam suasana bisnis yang dinamis. Pelaku industri, pengunjung, dan berbagai brand bertemu untuk membuka peluang baru.
JIFHEX 2026 mempertemukan industri food and beverage, hotel, restoran, kafe, bakery, hospitality, food processing, kitchen equipment, distributor, ritel, hingga UMKM lokal.
Selain itu, penyelenggara menargetkan lebih dari 1.000 brand dan 16.000 pengunjung potensial selama pameran.
Karena itu, ajang ini tidak hanya menjadi ruang promosi. JIFHEX juga menjadi platform business-to-business (B2B) untuk membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi.
Pengunjung juga dapat menikmati live cooking show dari chef kenamaan Indonesia
Melalui kegiatan tersebut, pengunjung dapat melihat inovasi kuliner secara langsung. Selanjutnya, pelaku usaha bisa menangkap tren baru yang berkembang dalam industri makanan dan hospitality.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyambut positif penyelenggaraan JIFHEX 2026.
Pranowo Eryono dari PHRI menilai pameran ini membuka ruang bagi anggota untuk memperluas jaringan, berkolaborasi, sekaligus mempromosikan produk dan jasa.
Sementara itu, Ketua DPW DIY PPJI Sri Dwi menilai industri kuliner kini berkembang menjadi sektor ekonomi tersendiri.
Menurutnya, kehadiran JIFHEX membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan industri kuliner yang bergerak cepat.
Ketua Umum PaPiki, Steve Hidayat, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan JIFHEX di Yogyakarta.
Ia menilai Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota budaya. Lebih dari itu, Yogyakarta memiliki kekuatan sebagai kota pariwisata dengan ekosistem hotel, kuliner, restoran, dan industri pendukung yang terus berkembang.
Karena itu, pameran seperti JIFHEX dinilai dapat memperkuat hubungan antara industri kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
JIFHEX 2026 juga bersinergi dengan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Dukungan tersebut mencakup pengembangan jejaring, promosi produk, serta penguatan UMKM pariwisata.
Penulis : (Raja).














































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan