
Yogyakarta-suarainfo.com- Kreativitas tumbuh ketika ide mendapatkan ruang, talenta memperoleh kesempatan, dan kolaborasi membuka jalan menuju masa depan. Semangat itulah yang dihadirkan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Aktivasi Creative Hub Yogyakarta 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 10 November 2026 ini mengajak generasi muda mengenal lebih dekat peluang industri gim nasional.
Melalui Direktorat Gim, Kemenekraf menghadirkan praktisi industri, Asosiasi Game Indonesia (AGI), mahasiswa, serta pelajar untuk membangun ekosistem pengembangan gim yang semakin kuat.
Yogyakarta memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan sumber daya manusia kreatif. Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan industri gim berbasis identitas lokal.
Dalam sambutan melalui video, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan besarnya peluang ekonomi kreatif Yogyakarta.
Pemerintah pun terus mendorong Creative Hub sebagai ruang belajar, berjejaring, mengakses pembiayaan, serta mengembangkan karya dan usaha.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti Sri Hastuti, melihat kekayaan budaya Yogyakarta sebagai sumber inspirasi pengembangan gim.
Tokoh pewayangan, karakter tradisional, hingga bangunan bersejarah dapat hadir dalam dunia digital melalui kreativitas para developer.
Dengan demikian, gim tidak hanya menjadi hiburan. Karya digital juga dapat memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat dunia.
Program Manager Asosiasi Game Indonesia (AGI), Galih Prasetya, memaparkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 126,6 juta pemain gim.
Pasar gim nasional juga diproyeksikan tumbuh sebesar 5,8 persen setiap tahun. Bahkan, sekitar 96,1 persen pemain menggunakan smartphone.Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan gim mobile.
Sejumlah karya developer Indonesia telah menembus pasar internasional. Di antaranya Coffee Talk, A Space for the Unbound, DreadOut, Troublemaker, Coral Island, dan Potion Permit.
Namun, industri gim tidak hanya membutuhkan programmer. Dunia ini juga membuka peluang bagi game designer, artist, audio engineer, quality assurance, game producer, community manager, hingga publishing.
Karena itu, generasi muda perlu membangun keterampilan sekaligus menyiapkan portofolio sebagai bukti kemampuan.
Kabar baik datang melalui Gimersia Inspire 2026. Program kompetisi pengembangan gim yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Asosiasi Game Indonesia ini membuka kesempatan bagi mahasiswa dan pelajar.
Peserta dari jenjang D3, D4, S1, SMA, dan SMK dapat menciptakan gim pertama mereka dalam waktu tiga minggu.
Menariknya, kompetisi ini tidak memungut biaya pendaftaran. Peserta juga dapat mengikuti kompetisi secara individu atau berkelompok maksimal lima orang dari institusi pendidikan yang sama.
Selama proses pengembangan, peserta memperoleh pendampingan praktisi melalui empat bidang utama, yaitu:Game design.Programming.Art.Production.Pembelajaran berlangsung secara daring melalui Zoom dan YouTube, serta didukung platform Discord.
Panitia menetapkan sejumlah tahapan kegiatan sebagai berikut:30 Oktober–8 November 2026: Pendaftaran peserta.9–29 November 2026: Pengembangan gim.30 November–2 Desember 2026: Tahap seleksi.1 Desember 2026: Pengumuman 40 tim terbaik.Tahap final: Sebanyak 10 finalis mempresentasikan karya secara langsung di Bandung.
Dalam sesi diskusi, CEO studio gim sekaligus programmer, Livander Suria, mengingatkan pentingnya membangun portofolio yang mudah diakses dan mampu memperlihatkan kemampuan teknis.
Ia juga menekankan bahwa penguasaan dasar pemrograman tetap penting meskipun teknologi kecerdasan buatan atau AI semakin membantu proses pengembangan gim.
Sementara itu, M. Fakhri Ilham dari Affair Studio membagikan pengalaman membangun tim pengembangan gim.
Menurutnya, pembagian tugas, manajemen waktu, dan komunikasi menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan sebuah proyek.
Tim juga perlu menyesuaikan konsep permainan dengan tema kompetisi serta kemampuan masing-masing anggota.
Aktivasi Creative Hub Yogyakarta 2026 menghadirkan lebih dari sekadar ruang pertemuan. Kegiatan ini membuka jalan bagi generasi muda untuk mengenal potensi diri, membangun jejaring, dan menciptakan karya digital.
Melalui kolaborasi pemerintah, asosiasi, institusi pendidikan, komunitas, dan pelaku industri, Kemenekraf berharap ekosistem gim Indonesia semakin berkembang.
Kini, peluang terbuka lebar. Saatnya generasi muda berani belajar, berkolaborasi, dan membawa kreativitas Indonesia menuju panggung dunia.
Jangan hanya menjadi penikmat gim. Saatnya menjadi pencipta karya yang menginspirasi.
,










































































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan