
Yogyakarta,suarainfo.com- Tepuk tangan bergemuruh memenuhi Taman Budaya Embung Giwangan, Minggu (26/7/2026). Puluhan anak berusia 6–20 tahun tampil penuh percaya diri dalam Drama Musikal Anak “Negri Dalam Senandung Rinai”. Lebih dari 350 penonton larut menikmati setiap adegan yang mengalir hangat, puitis, sekaligus menggugah. Sebagai puncak Workshop Teater Anak didukung Dinas Pariwisata DIY.

Karena itu, Rajwa Callista membuka pertunjukan sebagai narator. Ia mengantar penonton berpindah dari satu babak ke babak berikutnya. Suaranya tenang. Tuturnya jelas. Alhasil, penonton mengikuti alur cerita tanpa kehilangan makna.
Selanjutnya, pertunjukan diawali narasi yang dibawakan Rajwa Callista sebagai narator. Ia berhasil menghubungkan setiap babak dengan penyampaian yang jelas sehingga penonton mengikuti alur cerita dari awal hingga akhir.

Sebelum pementasan, seluruh peserta mengikuti 20 kali latihan yang dilaksanakan dua kali setiap pekan. Mereka mempelajari teknik vokal, olah tubuh, akting, hingga membangun komunikasi dengan penonton, dan Rajwa mengaku panggung mengubah rasa takut menjadi keberanian.
“Awalnya saya grogi. Setelah bernyanyi bersama teman-teman, saya jadi lebih percaya diri. Saya senang bisa menjadi narator sekaligus pemeran rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Orang tua peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. “Anak saya yang sebelumnya pemalu kini berani tampil di depan banyak orang. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar Lova, salah satu orang tua peserta.

Selain itu, Sutradara sekaligus pemateri Workshop Teater Anak, Aswarun Barera, menegaskan bahwa seni mampu menanamkan nilai kehidupan dengan cara yang menyenangkan.“Kami mengajak anak belajar melalui lagu dan cerita. Dengan begitu, pesan menjaga hutan, menjaga air, dan menjauhi keserakahan lebih mudah mereka pahami,” ujarnya.
Dengan demikian, Aswarun Barera dan Nayaka Bhoomi berharap Drama Musikal Anak hadir setiap tiga bulan, dan semakin banyak anak memiliki ruang berkarya, belajar, menginspirasi, dan Yogyakarta terus berkembang sebagai kota wisata seni dan edukasi keluarga.

Melalui aransemen musik karya Syifa Andriyani, siswi Sekolah Menengah Musik Yogyakarta, memberi warna pada setiap adegan.

Alhasil, Ia membangun suasana menjadi hangat dan menyentuh meski berkebutuhan khusus, Syifa membuktikan bahwa semangat mampu melahirkan karya yang indah.
Oleh karena itu, Mari dukung Drama Musikal Anak. Mari rawat alam. Mari tumbuhkan keberanian. Sebab, ketika anak mencintai seni, masa depan bangsa ikut bersinar. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).






























































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan