
Yogyakarta,suarainfo.com- Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat program transformasi becak listrik Yogyakarta melalui dukungan APBD Perubahan 2026 dan APBD 2027.Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menciptakan Malioboro yang lebih ramah lingkungan, nyaman, dan berkelanjutan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya mengandalkan bantuan CSR, tetapi juga ikut berpartisipasi melalui penganggaran daerah.
”Kami sengaja menganggarkan becak listrik melalui APBD sebagai bentuk partisipasi pemerintah,” ujar Hasto.
Saat ini jumlah becak listrik di kawasan Malioboro terus bertambah. Namun, masih terdapat ratusan becak motor yang beroperasi.
Karena itu, Pemkot Yogyakarta menargetkan seluruh proses transformasi selesai pada 2028. Selain itu, percepatan dilakukan agar kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta semakin bersih dan nyaman bagi wisatawan.
Hasto menjelaskan pengadaan becak listrik melalui APBD akan mempercepat pengurangan becak motor.Jika tambahan ratusan unit becak listrik dapat direalisasikan pada 2026 dan 2027, maka proses transformasi tidak hanya bergantung pada bantuan CSR dari berbagai pihak.
Dengan demikian, target penghapusan betor dapat tercapai lebih cepat.
Selain menyediakan armada ramah lingkungan, Pemkot juga menyiapkan solusi lokasi mangkal atau endapan bagi becak dan andong.
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah kawasan parkir Senopati. Oleh sebab itu, para pengayuh becak dan kusir andong diharapkan memperoleh fasilitas yang lebih nyaman.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memastikan fasilitas pengisian daya becak listrik terus tersedia.
Saat ini charging station telah tersedia di beberapa titik, termasuk kawasan Ketandan.
Sementara itu, kemampuan tempuh becak listrik dinilai cukup efisien untuk mendukung aktivitas transportasi wisata di pusat kota.Tidak hanya pemerintah daerah, berbagai mitra juga mendukung program transformasi ini.
Program transformasi becak listrik juga mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Pemda DIY terus berkoordinasi dengan mitra dan pemerintah pusat. Selain itu, SMK Negeri 3 Yogyakarta akan memproduksi becak listrik dengan desain menyerupai becak tradisional.
Karena itu, kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.(Raja).

























































































































































































































































































Tinggalkan Balasan