
Sleman-suarainfo.com- Prambanan Jazz Festival 2026 resmi berakhir di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Minggu (6/7/2026). Festival musik yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini berhasil menarik sekitar 25 ribu penonton. Selain menyuguhkan pertunjukan musik, acara tersebut juga menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi Yogyakarta.
Direktur Prambanan Jazz Festival, Toufiq, mengatakan tim mulai menyiapkan konsep festival ini sejak Prambanan Jazz 2025 berakhir. Selanjutnya, panitia merancang konsep artistik yang lebih kuat melalui kolaborasi dengan Negarilas dan seniman Eko Nugroho.
“Kolaborasi seni, musik, dan budaya tahun ini terasa sangat kuat. Karena itu, pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih lengkap selama festival berlangsung,” kata Toufiq.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM. Bahkan, antusiasme penonton terus meningkat selama tiga hari penyelenggaraan. Menurut Toufiq, tingginya minat masyarakat menunjukkan Prambanan Jazz tetap menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia.
Meski demikian, panitia tetap melakukan evaluasi. Menurutnya, saat penampilan NIKI sebagai headliner, sebagian besar penonton hanya terpusat di panggung utama. Sementara itu, beberapa area festival masih memiliki ruang yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, panitia akan memetakan kembali titik-titik aktivitas agar penyelenggaraan berikutnya berjalan lebih efektif. Selain itu, pihaknya juga berharap mendapat dukungan pengelola kawasan agar area festival dapat diperluas sehingga mampu menampung lebih banyak pengunjung.
Sementara itu, Annas menyampaikan apresiasi kepada seluruh media yang terus mendukung Prambanan Jazz hingga memasuki tahun ke-12.
“Terima kasih kepada teman-teman media yang selalu mendampingi kami. Tahun ini jumlah penonton mencapai sekitar 25 ribu orang. Tentu masih ada evaluasi, tetapi kami bersyukur antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Annas menjelaskan bahwa dampak ekonomi festival ini sangat besar. Tingkat hunian hotel meningkat. Kemudian, tiket pesawat dan kereta api habis terjual. Selain itu, restoran, rumah makan, dan berbagai usaha lokal juga dipadati pengunjung selama festival berlangsung. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima /Red).







































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan