
Bantul,suarainfo.com- Festival Teater Remaja Nusantara (FTRN) ke-5 resmi dibuka di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Senin,(3/8/2026).

Wakil Dekan III Fakultas Seni Pertunjukan, Bayu Prasetyo, M.Sn., membuka festival yang kembali hadir setelah vakum selama tujuh tahun.

Bayu mengungkapkan, FTRN# 5 menandai bangkitnya kembali ruang kreatif remaja. Pandemi COVID-19 sempat menghentikan banyak panggung. Namun, kini semangat teater kembali tumbuh melalui kerja bersama mahasiswa, peserta, pembina, dan pelaku seni. “Festival ini kembali berjalan. Ini luar biasa,” ujar Bayu Prasetyo dalam sambutannya.
Panitia menerima sekitar 31 pendaftar. Selanjutnya, proses seleksi memilih 10 kontingen dari berbagai daerah.
Karena itu, para peserta dinilai telah menjadi pemenang sejak melewati kurasi ketat. Mereka tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga untuk belajar dan membangun jejaring.
ISI Yogyakarta membuka peluang khusus bagi peserta berprestasi. Aktor terbaik, sutradara terbaik, penata terbaik, dan kontingen unggulan dapat menunjukkan sertifikat FTRN saat mengikuti seleksi.
Prestasi tersebut dapat menjadi nilai pendukung dalam jalur SNBP maupun seleksi mandiri. Dengan demikian, festival ini juga membuka jalan bagi remaja yang ingin melanjutkan pendidikan seni.
Oleh sebab itu, FTRN 5 tidak hanya menghadirkan kompetisi. Festival ini juga membuka jalan pendidikan bagi calon seniman.

Ketua Pelaksana, Dinda Affrilia H., mengatakan FTRN 5 mengusung tema “Temu Taut”
Tema ini mengajak peserta untuk bertemu, mengenal, dan terhubung melalui teater. Selain parade teater, festival menghadirkan workshop, talk show, pertunjukan seni, serta ruang kolaborasi.
“Teater bukan hanya pertunjukan. Teater juga membangun empati, dialog, dan keberagaman,” katanya.
FTRN 5 juga membawa konsep ramah lingkungan. Panitia mendorong penyelenggaraan festival yang kreatif sekaligus peduli terhadap keberlanjutan.
Melalui langkah sederhana, festival ini ingin menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap bumi.

Perwakilan juri, Dr. Handes Suharsono, S.Kar., M.Sn., mengajak peserta menikmati kompetisi sebagai ruang menunjukkan kemampuan. Ia menegaskan bahwa hasil penjurian tidak menghapus nilai proses dan pengalaman.

Sementara itu, sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Dr. Randa Purwiyati, menekankan bahwa pertunjukan tidak lahir dalam satu malam.
Di balik panggung, terdapat proses membaca naskah, memahami tokoh, menghafal dialog, menyusun artistik, dan berlatih berulang kali. Karena itu, keberanian tampil, kemampuan bekerja sama, dan kesiapan menerima kritik menjadi bekal penting bagi peserta.
FTRN 5 mengajak generasi muda untuk terus berkarya. Festival ini menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, membangun persahabatan, dan menciptakan kolaborasi.
Datanglah sebagai peserta. Berproseslah sebagai seniman. Pulanglah membawa pengalaman yang akan terus hidup.
Festival Teater Remaja Nusantara ke-5 menjadi panggung pertemuan, pembelajaran, dan harapan baru bagi masa depan teater Indonesia. (Raja).
Editor : (RM.Neutron A/Red).










































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan