
Sleman-suarainfo.com- Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY 2026) mulai membuka rangkaian kegiatan menuju festival yang mengusung tema “Bahasa” dengan tajuk “AKSARA”.



Panitia memperkenalkan rangkaian FKY 2026 melalui Press Conference di Lapangan Beran, Sleman, Selasa, (8/9/ 2026). Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan TasakuRUN yang membawa semangat kolaborasi budaya.
TasakuRUN menjadi penanda awal rangkaian FKY 2026. Dalam kegiatan tersebut, FJ Kunting menyerahkan lima ubarampe kepada Kepala Dinas Kebudayaan DIY.
Selanjutnya, peserta membawa ubarampe mengelilingi Lapangan Beran Sleman melalui kegiatan jogging bersama. Seniman, panitia, media, dan warga ikut menyemarakkan kegiatan tersebut.
Suasana bergerak hangat. Langkah peserta menyatukan ruang, masyarakat, dan kebudayaan dalam satu perjumpaan.
Lima ubarampe menjadi simbol kolaborasi Dinas Kebudayaan kabupaten/kota dalam FKY 2026.
Melalui TasakuRUN, FKY menegaskan semangat untuk mempertemukan berbagai wilayah dan elemen masyarakat. Karena itu, kebudayaan tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga tumbuh melalui keterlibatan bersama.
Rangkaian TasakuRUN kemudian ditutup dengan doa bersama, pemasangan bambu pertama, dan potong tumpeng FKY 2026.
FKY 2026 mengajak masyarakat membaca kembali bahasa sebagai bagian penting dari kebudayaan Yogyakarta.
Bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi. Bahasa juga menyimpan identitas, sejarah, nilai, pengetahuan, dan jejak perubahan sosial.
Tahun ini, Kabupaten Sleman menjadi tuan rumah FKY 2026 setelah penyelenggaraan tahun sebelumnya berlangsung di Gunungkidul.
FKY 2026 akan berlangsung di Lapangan Beran Sleman pada 13–19 September 2026.
Panitia membuka ruang kolaborasi bagi seniman, komunitas, dan masyarakat. Bahkan, setiap sudut festival akan menjadi bagian dari karya seni.
Sebanyak sembilan seniman akan terlibat dalam pengembangan seni terapan atau applied art. Karya mereka akan hadir melalui infrastruktur, panggung, papan informasi, pasar, dekorasi, hingga tata kelola sampah.
Lima kabupaten/kota di DIY juga ikut mengambil bagian. Dengan demikian, pengunjung dapat menemukan karya dan kolaborasi baru sepanjang festival berlangsung.
Pasar FKY 2026 menghadirkan tiga konsep. Pertama, Pasar Pangkon sebagai pasar statis yang berjalan selama tujuh hari.
Kedua, Pasar Tematik yang menempati empat sisi atau tenda di area tengah pasar. Perwakilan provinsi serta kabupaten/kota se-DIY akan mengisi pasar tersebut secara bergilir.
Ketiga, Pasar Wigyan atau pasar berjalan. Empat instalasi karya seniman akan hadir di luar area pasar. Penari kemudian menghidupkan instalasi tersebut melalui konsep performatif.
FKY juga menggandeng Pasar Saptawara, yang menaungi tenant UMKM dan paguyuban yang telah beraktivitas di sekitar Lapangan Beran.
FKY 2026 “AKSARA” mengajak masyarakat menikmati kebudayaan dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan partisipatif.
Karena itu, jangan lewatkan FKY 2026 AKSARA di Sleman.
Catat tanggalnya: 13–19 September 2026 di Lapangan Beran Sleman.
Mari datang, menikmati karya, bertemu seniman, mendukung UMKM, dan membaca kembali cerita Yogyakarta melalui bahasa.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).




































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan