
Yogyakarta-suarainfo.com- DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY mendukung penuh restrukturisasi kepengurusan DPP PPP. Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi organisasi sekaligus persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PPP DIY, HM Yazid, S.Ag., menyampaikan dukungan tersebut di sela rapat pengurus harian.Menurut Yazid, restrukturisasi yang menonaktifkan Wakil Ketua Umum Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal Taj Yasin telah melalui pertimbangan matang selama hampir satu tahun.
Ia menegaskan, keputusan tersebut merupakan keputusan organisasi, bukan kehendak pribadi Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.
Yazid menjelaskan, aspirasi restrukturisasi muncul dalam Mukernas PPP di Makassar pada Februari 2026.Saat itu, sejumlah perwakilan wilayah meminta DPP mengevaluasi kinerja kedua elite partai tersebut.
“Keputusan restrukturisasi yang menonaktifkan kedua elite partai tersebut merupakan aspirasi yang berkembang di Mukernas Makassar. Teman-teman wilayah se-Indonesia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kinerja mereka,” ungkap Yazid.
Menurut Yazid, evaluasi berlangsung sejak kepengurusan PPP memperoleh SK Kementerian Hukum pada akhir 2025.Ia menilai Agus Suparmanto dan Taj Yasin tidak aktif menjalankan tugas kepartaian.”Beliau berdua tidak pernah aktif dan tidak pernah bekerja untuk partai,” ujarnya.
Sebelumnya, partai telah membuka komunikasi melalui jalur formal dan informal. DPP juga mengundang keduanya menghadiri Rakornas III. Namun, keduanya tidak hadir.
Selanjutnya, Rakornas III membahas persoalan tersebut. Forum yang diikuti 38 ketua dan sekretaris wilayah PPP se-Indonesia itu akhirnya menyepakati restrukturisasi.
“Atas dasar pertimbangan itu, kami DPW DIY mendukung penuh keputusan restrukturisasi kepengurusan oleh DPP PPP,” tegas Yazid.
Yazid Tegaskan PPP Tidak DualismeIsu dualisme kepengurusan turut mewarnai dinamika internal PPP. Namun, Yazid menegaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan efektivitas dan kinerja organisasi.
Ia menyebut PPP hanya memiliki satu SK kepengurusan dari Kementerian Hukum.Karena itu, seluruh kader perlu menjaga persatuan dan memperkuat konsolidasi.
“PPP solid di bawah kepemimpinan Pak Mardiono sesuai SK dari Kemenkum. Konsolidasi sudah berjalan. Muswil sudah selesai di seluruh Indonesia. Semua sedang bekerja untuk kejayaan partai,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Sekretaris DPW PPP DIY sekaligus Komandan GPK DIY, H. Setyaji Hermawan, S.H.Ia menilai restrukturisasi menjadi langkah penting untuk menata organisasi.
Selain itu, PPP harus mempersiapkan kepengurusan yang solid, amanah, dan kredibel.”Kita harus siap lebih awal. Kawal keputusan organisasi yang berpihak kepada kemajuan partai dan jadikan ini sebagai evaluasi bersama untuk menuju kesuksesan PPP di 2029,” harap Setyaji.
Bagi DPW PPP DIY, restrukturisasi harus menjadi momentum memperkuat organisasi.Seluruh kader perlu menjaga soliditas dan meningkatkan kinerja. Dengan demikian, PPP dapat menghadapi tahapan politik mendatang secara lebih siap.
Kini, konsolidasi menjadi langkah penting. Seluruh kekuatan partai harus bergerak bersama untuk mewujudkan kejayaan PPP pada Pemilu 2029. (Red).


































































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan