
Yogyakarta, suarainfo.com- Seminar Panggih Podongan Keraton Yogyakarta berlangsung hangat di Tasnem Hotel Yogyakarta, Selasa (19/5/2026). DPC Harpi Melati Bantul menggelar acara ini untuk memperkuat edukasi budaya keraton kepada masyarakat.
Sebanyak 383 peserta mengikuti seminar dan demo tata rias pengantin khas Keraton Yogyakarta. Peserta berasal dari kalangan akademisi, budayawan, perias pengantin, hingga pelaku budaya dari berbagai daerah.

GKR Bendara menegaskan tradisi keraton bukan sekadar seremoni. Tradisi hidup karena dijalankan secara turun-temurun dengan penuh makna.
“Tradisi di keraton dijalankan sebagai bagian dari kehidupan. Kami tidak memperdebatkannya, tetapi memahami makna di balik setiap prosesi,” ujar GKR Bendara.
Menurutnya, media sosial dan website Keraton Yogyakarta kini membantu masyarakat memahami filosofi budaya secara lebih benar. Sebab, dahulu informasi budaya hanya diwariskan dari cerita mulut ke mulut.Selain itu, keraton juga terus membuka ruang edukasi kepada masyarakat. Namun, ada tradisi tertentu yang tetap dijaga kesakralannya.

Ketua DPC Harpi Melati Bantul, Dra Kitting Handoko, menjelaskan prosesi Panggih Podongan hanya boleh dilaksanakan di lingkungan Keraton Yogyakarta.Prosesi tersebut khusus digelar ketika putri keraton menikah dengan pria dari luar keraton,dan sebanyak 383 peserta mengikuti seminar dan demo tata rias pengantin khas keraton.
“Upacara adat Panggih Podongan tidak boleh digunakan masyarakat umum. Tradisi ini hanya khusus untuk Keraton Yogyakarta,” tegasnya.
Ia menambahkan, seminar ini menjadi bentuk edukasi agar generasi muda memahami aturan, filosofi, dan nilai budaya di balik prosesi adat tersebut.
Ketua Panitia Ismi menyebut seminar ini lahir dari rasa cinta terhadap budaya Yogyakarta. Di tengah perubahan zaman, budaya tetap harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.“Budaya adalah warisan luhur yang wajib kita rawat bersama,” katanya.
Acara semakin semarak dengan demo tata rias pengantin keraton dan pembahasan filosofi prosesi adat. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi hingga akhir acara. (Raja)
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).


































































































































































































































































Tinggalkan Balasan