
Yogyakarta -suarainfo.com- Semangat kompetisi memenuhi Grha Pradipta, Jogja Expo Center (JEC), Senin, 28 September 2026. Di tempat ini, Kejurda Esports DIY 2026 resmi dibuka.

Sebanyak 209 atlet kabupaten/kota se-DIY siap bertanding. Mereka membawa satu tekad: mengasah kemampuan dan mengejar prestasi.



Kejurda Esports DIY 2026 berlangsung pada 28–29 September 2026.Karena itu, arena pertandingan tidak sekadar menjadi tempat bertanding. Arena juga menjadi ruang belajar, menguji mental, dan menumbuhkan pengalaman.Panitia mempertandingkan empat nomor, yaitu Free Fire, PUBG Mobile, Mobile Legends, dan E-Football.



Karena itu, arena pertandingan tidak sekadar menjadi tempat bertanding. Arena juga menjadi ruang belajar, menguji mental, dan menumbuhkan pengalaman.

Ketua Umum Pengda ESI DIY, Brigjen TNI Firyawan S.I.P., mengajak atlet menjaga semangat dan sportivitas.“Jogja tangguh dan terus bertumbuh prestasinya,” menjadi pesan dalam pembukaan.


Selain itu, Firyawan menyampaikan apresiasi kepada KONI DIY, panitia, wasit, official, atlet, serta seluruh pihak yang mendukung Kejurda.Menurutnya, Kejurda menjadi bagian dari pembinaan. Sekaligus, kegiatan ini membuka ruang untuk menjaring atlet potensial.


Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DIY, Wesley Heince Parera Tauntu, S.E., menyambut pelaksanaan Kejurda.Ia menegaskan bahwa kompetisi daerah menjadi bagian dari proses pembinaan atlet.
Karena itu, ia mendorong atlet agar tidak berhenti di tingkat daerah. Mereka perlu terus berlatih dan menatap kompetisi yang lebih besar.Esports, menurutnya, juga membuka ruang positif bagi generasi muda untuk bertumbuh melalui prestasi.
Pengda ESI DIY berkolaborasi dengan Yogyakomtek, agenda tahunan Asosiasi Pengusaha Komputer (APKOM) D.I. Yogyakarta.Kolaborasi ini mempertemukan olahraga, teknologi, dan industri digital.
Dengan demikian, Kejurda tidak hanya menghadirkan pertandingan. Kegiatan ini juga mempertemukan atlet, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat.
Layar menyala. Strategi bergerak. Jari berpacu.Namun, di balik setiap pertandingan, ada proses panjang. Atlet belajar membaca situasi. Mereka belajar mengambil keputusan. Mereka juga belajar menerima kemenangan dan kekalahan.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).














































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan