
Jakarta-suarainfo.com-Di tengah riuh pekerjaan rumah, keluarga, dan rutinitas sehari-hari, seorang seniman mencari celah waktu untuk tetap berkarya. Dari ruang itulah Pameran Tunggal Lully Tutus bertajuk “Mencuri Waktu Di Tengah Riuh” hadir di Cemara 6 Galeri-Toeti Heraty Museum, Jakarta.
Pameran berlangsung pada 22 September hingga 3 Oktober 2026. Melalui karya visualnya, Lully Tutus Pinandita mengajak publik melihat kembali arti waktu, kerja domestik, keintiman, dan proses kreatif.
Bagi Lully, waktu melukis tidak selalu datang sebagai ruang yang lapang. Sebaliknya, waktu itu muncul di sela aktivitas keluarga.
Setelah menyiapkan anak, mengantar ke sekolah, berbelanja, mengurus rumah, hingga memberi perhatian kepada keluarga, Lully menemukan kesempatan untuk melukis.
Waktunya mungkin singkat. Bahkan, kadang terputus. Namun, dari celah kecil itulah ketekunan tumbuh.
Mencuri waktu” bukan berarti meninggalkan keluarga. Justru, Lully membawa kehidupan keluarga ke dalam karya dan mengolah riuh keseharian menjadi bahasa visual.
Dalam pameran ini, rumah tidak sekadar menjadi latar. Rumah menjadi ruang tempat pengalaman dikumpulkan, dirasakan, dan diubah menjadi karya seni.
Memasak, menyiapkan sarapan, mengurus rumah, mengantar anak, berbelanja, hingga menemani suami merupakan bagian dari kehidupan yang membutuhkan waktu, tenaga, perhatian, dan perasaan.
Karena itu, Lully melihat aktivitas domestik bukan sebagai kebisingan semata. Di dalamnya ada percakapan, keintiman, konflik, perhatian, kebersamaan, serta kisah-kisah kecil yang membentuk kehidupan keluarga.
Bagi Lully, melukis tidak harus ditempatkan lebih tinggi daripada memasak, menyiapkan sarapan, mengantar anak ke sekolah, atau berbincang bersama suami.
Dengan demikian, ketika Lully “mencuri waktu” untuk melukis, ia tidak sedang meninggalkan kehidupan keluarga. Sebaliknya, ia membawa kehidupan tersebut ke dalam karya.
Rangkaian pameran menghadirkan talkshow bersama Lully Tutus dan kurator Mikke Susanto pada 23/9/ 2026 pukul 15.30–17.00 WIB.
Acara ini menjadi ruang untuk membicarakan lebih jauh gagasan di balik karya, pengalaman berkesenian, serta hubungan antara kehidupan domestik dan proses kreatif.
Bagi pencinta seni visual, kisah keluarga, dan gagasan tentang waktu, “Mencuri Waktu Di Tengah Riuh” menawarkan ruang untuk berhenti sejenak.





















































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan