
Yogyakarta-suarainfo.com- Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat komitmen terhadap pangan halal, sehat, dan berkelanjutan melalui pengukuhan kepengurusan JAGALMU DIY di bawah kepemimpinan Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

Kegiatan ini berlangsung dalam rangkaian konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan penguatan program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY, Agus Amin Saifuddin, menegaskan pentingnya konsolidasi petani dan penguatan ekosistem peternakan Muhammadiyah.
Menurutnya, JAGALMU bukan sekadar komunitas penyembelih hewan. Organisasi ini membawa misi menghadirkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) bagi masyarakat.
Karena itu, Muhammadiyah mendorong peningkatan kompetensi jagal, penerapan syariat Islam, serta perlakuan terhadap hewan yang memperhatikan kesejahteraannya.
Melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD), Muhammadiyah juga membahas pengembangan Rumah Potong Hewan (RPH) yang mandiri, profesional, dan memenuhi persyaratan halal.
Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas daging yang mereka konsumsi.

Wakil Ketua PWM DIY, Cahyono, S.Ag., turut menyambut pengukuhan JAGALMU sebagai momentum memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui jaminan kehalalan dan kesehatan pangan.
Selain sektor peternakan, Muhammadiyah mengonsolidasikan jaringan Jamaah Tani Muhammadiyah di tingkat wilayah dan kabupaten/kota.Di perkotaan, Muhammadiyah mendorong pertanian urban melalui hidroponik, pertanian vertikal, dan pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam.
Meskipun lahan terbatas, masyarakat tetap dapat menanam sayuran dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan demikian, pertanian perkotaan membuka peluang bagi lingkungan yang lebih hijau, keluarga yang lebih sehat, dan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri.
Kegiatan JAGATANI 2026 juga menghadirkan Expo/Bazar UMKM di area Gedung PWM DIY. Bazar tersebut menampilkan produk pisau hasil kerajinan lokal dan mempertemukan pengrajin dengan praktisi jagal.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MPM PWM DIY mendorong sinergi antara pertanian berkelanjutan, peternakan, penyembelihan halal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).



























































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan