
Yogyakarta,suarainfo.com- Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY, Fitriyanto Nur Cahyo, mengungkapkan bahwa DKP DIY bekerja sama dengan APPI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) menggelar Kontes Koi Yogyakarta selama dua hari, di JEC, Minggu, (28/6/2026).


Menurutnya, panitia tidak hanya menampilkan kontes koi. Sebaliknya, panitia merancang acara dengan konsep multiplayer event agar memberikan dampak ekonomi lebih luas.




Panitia mengundang 20 tenant UMKM untuk meramaikan acara. Selain itu, DKP DIY menyediakan 10 stan bagi breeder lokal dan breeder dari sekitar Yogyakarta untuk menjual ikan koi hias.


“Kami berharap pengunjung tidak hanya melihat kontes koi, tetapi juga membeli ikan koi dari breeder lokal dengan harga yang relatif terjangkau,” ujar Fitriyanto.
Harga koi yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp250 ribu hingga Rp7,5 juta. Panitia juga memperkenalkan jenis koi khusus seperti Matsukawabake sebagai bagian dari edukasi koi jenis baru.
DKP DIY juga menargetkan dampak positif bagi sektor pariwisata. Peserta kontes dari luar daerah diharapkan menikmati destinasi wisata Yogyakarta, membeli oleh-oleh, dan menginap di hotel-hotel setempat.“Kami berharap peserta kontes juga menikmati wisata di Jogja, membeli oleh-oleh, dan menginap di hotel sehingga sektor pariwisata ikut bergerak,” katanya.
Selama acara berlangsung, panitia menggelar dua talkshow. Pada hari pertama, narasumber membahas cara mencetak ikan koi juara. Sementara itu, sesi kedua membahas budidaya ikan koi.

Melalui talkshow tersebut, DKP DIY ingin menarik minat para pegiat koi pemula dari kabupaten dan kota di DIY agar lebih tertarik menekuni usaha koi, baik melalui pembenihan, pembesaran, maupun perdagangan.
DKP DIY menggandeng berbagai pihak, mulai dari akademisi, legislatif, DPR, hingga petani koi. Dengan demikian, seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memajukan industri koi di Yogyakarta.

Fitriyanto menilai tren koi saat ini terus meningkat. Oleh karena itu, penyelenggaraan kontes menjadi penting untuk mendukung perkembangan hobi sekaligus bisnis koi. “Hobi koi perlu didukung dengan adanya kontes. Ketika banyak orang melihat kompetisi, minat untuk memelihara dan membeli koi akan meningkat,” ujarnya.

Melalui Kontes Koi Yogyakarta, masyarakat Yogyakarta diharapkan semakin tertarik membeli koi dari breeder lokal. Dengan meningkatnya penjualan, para breeder dan keeper koi dapat berkembang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan mereka. “Kami ingin masyarakat Jogja membeli koi dari breeder Jogja sendiri sehingga para breeder dan keeper bisa semakin sejahtera,” tutup Fitriyanto. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan