
Yogyakarta-suarainfo.com-Tata kelola yang baik tidak selalu lahir dari meja rapat. Kadang, ia tumbuh dari kesediaan untuk berhenti sejenak dan mendengarkan.
Pesan itu mengalir dalam Seminar Publik “Tantangan dan Peluang Pemajuan Tata Kelola yang Peka dan Berkelanjutan: Pengalaman dari Daerah Istimewa Yogyakarta”, di Yogyakarta, Rabu,7/10/ 2026.
Direktur Yayasan Bentala Indra Nusantara, Muhammad Gufron Rum, mengatakan pihaknya menjalankan rangkaian kegiatan bersama Kementerian Hak Asasi Manusia dan Friedrich Naumann Foundation.Tujuannya jelas. Mendorong tata kelola yang peka dan berkelanjutan.
Gufron menjelaskan, tata kelola yang peka harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, keberlanjutan berarti kebijakan dapat dirasakan lintas generasi.Karena itu, kebijakan tidak cukup berhenti pada satu masa pemerintahan. Kebijakan perlu meninggalkan warisan baik bagi kehidupan masyarakat.Di sinilah mendengar menjadi penting.Masyarakat punya kegelisahan. Akademisi punya pengetahuan. Pemerintah punya kebijakan. Media punya ruang untuk menyuarakan.






























































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan