
(Sumber Foto: Humas Kanwil Ditjenpas DIY).
Wates-(Kulonprogo)-suarainfo.com- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Ditjenpas DIY), Muhammad Ali Syeh Banna, terus berupaya menciptakan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) yang bersih, aman, tertib, dan humanis. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan turun langsung menyapa serta memberikan penguatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Wates, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Wates tersebut menjadi momentum bagi Kakanwil untuk berinteraksi secara langsung dengan para warga binaan sekaligus memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai dengan prinsip pembinaan yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.

Didampingi Kepala Rutan Kelas IIB Wates beserta jajaran, Ali Syeh meninjau berbagai aspek layanan dan pembinaan yang diberikan kepada WBP. Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak warga binaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.
“Seluruh hak warga binaan harus dipenuhi secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan terpenuhinya hak-hak tersebut, maka proses pembinaan dapat berjalan dengan baik sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku warga binaan,” ujar Ali Syeh.
Selain meninjau pelaksanaan pembinaan, Kakanwil juga memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para warga binaan. Dalam suasana yang penuh keakraban, ia menyampaikan berbagai motivasi kehidupan serta mengajak WBP untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Ali Syeh mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan. Melalui nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an, ia mengajak warga binaan untuk tetap optimis, menjaga semangat, serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri.
“Jangan pernah kehilangan harapan. Masa pembinaan ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Ali Syeh juga memberikan pelatihan pijat energi kepada para warga binaan. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis yang bermanfaat, baik untuk menjaga kesehatan maupun sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan di kemudian hari.
Melalui teknik pijat energi yang diperagakan secara langsung, para peserta diperkenalkan pada metode terapi sederhana yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, mengurangi rasa pegal dan lelah, serta memberikan efek relaksasi yang berdampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental.
Menurut Ali Syeh, keterampilan pijat energi tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat saling membantu antar sesama. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para warga binaan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat. (Raja).



















































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan