
Bantul- suarainfo.com-Komunitas Kiat Menggeliat meramaikan Festival Seni Ornamen 2026 melalui lokakarya keramik di Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan ini mengajak peserta mengenal keramik secara langsung. Selain itu, peserta membuat karya dengan teknik cetak dan menghiasnya menggunakan underglaze.

Imania Nur Habibah, mahasiswa ISI Yogyakarta dari Jurusan Kriya, mengatakan komunitasnya terdiri atas pegiat keramik lintas angkatan dan generasi.“Kami mengenalkan keramik mulai dari dasar hingga tahap akhir,” ujar Imania.


Untuk praktik, peserta memakai tanah Sukabumi. Material itu memiliki warna relatif putih. Karena itu, warna underglaze dapat tampil lebih jelas. Peserta juga memakai butsir, spons, air, dan papan sebagai alat bantu.

Dalam lokakarya tersebut, peserta membuat gantungan kunci. Mereka kemudian menghiasnya dengan berbagai ornamen. Selain praktik, kegiatan ini membuka ruang bagi peserta untuk mengenal karakter material keramik. Mereka juga dapat bertanya langsung mengenai proses pembentukan dan dekorasi. Setelah selesai, karya akan melalui proses pengeringan. Selanjutnya, komunitas membakarnya hingga sekitar 1.200 derajat Celsius.




Peserta menunjukkan antusiasme selama lokakarya. Mereka menilai kegiatan tersebut seru dan menarik.Sejumlah peserta juga penasaran dengan media keramik. Mereka bertanya tentang bahan, teknik, serta proses pembuatannya. Bagi peserta yang masih belajar seni, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mencoba keramik secara langsung.

Rosanto Bimo Saputra, moderator sekaligus pelaksana, mengatakan Festival Seni Ornamen 2026 menghadirkan pameran karya ornamen dari berbagai daerah Indonesia.

Selain pameran, festival menghadirkan pembicara dan ahli ornamen. Mereka berbagi pengetahuan serta pengalaman tentang perkembangan ornamen dan kebudayaan.
Panitia sebelumnya melakukan sosialisasi di ISI Yogyakarta, sejumlah universitas di Jakarta, dan Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Mei hingga Juni.
Setelah itu, panitia membuka open call. Sebanyak sekitar 157 karya masuk. Kemudian, panitia menyeleksi sekitar 80 karya untuk dipamerkan.

Nur Rochmat, moderator sekaligus kurator, menyebut ornamen sebagai salah satu bahasa visual Nusantara.

Menurutnya, masyarakat dapat membaca identitas budaya melalui motif, bentuk, dan cerita dalam karya.Karena itu, festival tidak menempatkan ornamen hanya sebagai hiasan. Sebaliknya, ornamen hadir sebagai bagian penting dari karya seni.



Ornamen dapat muncul pada kostum, tubuh, patung, maupun berbagai karya lainnya. Setiap daerah kemudian menghadirkan karakter berbeda melalui bentuk, narasi, dan latar budayanya.


Imania mengajak generasi muda terus mengenal dan melestarikan budaya Indonesia.“Semangat berkarya untuk semuanya. Mari bersama-sama melestarikan budaya Indonesia melalui keramik, ornamen, dan berbagai media lainnya,” katanya.
Dengan demikian, kreativitas dapat menjadi ruang untuk menjaga budaya sekaligus membuka gagasan baru.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).



















































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan