
Jakarta-suarainfo.com- Di depan makam M. Tabrani, sosok yang dikenang sebagai Bapak Bahasa Indonesia, para aktor teater, film, dan sinetron membaca puisi pamflet, di TPU Tanah Kusir Minggu, (10/10/2026). Mereka menghadirkan suara sastra di hadapan sejarah yang tak semestinya terlupakan.


Di tempat peristirahatan M. Tabrani, kata-kata menemukan jalannya sendiri. Para aktor menyuarakan puisi pamflet, seolah mengetuk ingatan publik tentang tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan bahasa Indonesia.
Namun, di balik pembacaan puisi itu, terselip pertanyaan: masihkah masyarakat mengingat jasa para perintis bahasa?

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa juga menyimpan identitas, perjuangan, dan ingatan sebuah bangsa.
Karena itu, mengenang M. Tabrani bukan hanya perkara menziarahi makam. Lebih dari itu, kita perlu merawat warisan pemikiran dan menghidupkan kembali semangat menghargai sejarah bahasa Indonesia.
Sastra mengajak kita berhenti sejenak, menengok masa lalu, lalu melangkah menuju masa depan dengan kesadaran baru.
Jangan biarkan sejarah kehilangan suaranya. Mari membaca, menulis, berkarya, dan mengenang para tokoh yang berjasa bagi bangsa.
Penulis (RM.Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).

































































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan