
Yogyakarta-suarainfo.com- Cakra Tri Satmawa menghadirkan Healing Suwung Hidupkan Srawung Rasa Nuswantara II di Embung Giwangan, Yogyakarta. Prosesi ini mengajak peserta memperlambat langkah, menenangkan pikiran, dan menyelami rasa melalui laku hening.



Sore itu, peserta berjalan mengelilingi Embung Giwangan dalam suasana hening. Mereka menanggalkan alas kaki untuk melakukan grounding dan merasakan hubungan tubuh dengan bumi.
Tanpa banyak kata, langkah menjadi bahasa. Keheningan menjadi ruang. Selanjutnya, peserta menuju tempat prosesi healing untuk mengikuti rangkaian pendalaman energi.
Prosesi Healing Suwung memadukan sound healing, gerak energi melalui tarian, energi tubuh, kidung, dan mantra.
Kombinasi tersebut menjadi pengalaman yang mengajak peserta menurunkan riuh pikiran. Suara, gerak, dan lantunan mantra mengalir bersama, lalu membentuk suasana kontemplatif.
Karena itu, setiap peserta mendapat ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Laku lampah menjadi bagian awal prosesi. Romo Yadi atau Ki Singkir memimpin peserta dalam perjalanan hening mengelilingi embung.
Peserta menjaga keheningan selama perjalanan. Mereka juga memusatkan niat sebelum memulai langkah.
Grounding menjadi bagian penting dalam prosesi. Peserta berjalan tanpa alas kaki sesuai kesiapan masing-masing untuk merasakan pijakan bumi secara langsung.
Mbak Mika kemudian melanjutkan pendalaman energi melalui sesi healing. Setelah itu, rangkaian bergerak menuju tarian energi dan perpaduan suara.
Dalam suasana tersebut, peserta diajak mengenali tubuh, napas, pikiran, serta rasa. Setiap langkah menjadi kesempatan untuk hadir lebih utuh.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, keheningan justru memberi jeda. Dari jeda itu, manusia dapat kembali mendengar suara dirinya sendiri.
Srawung bukan sekadar berkumpul. Srawung juga menjadi perjumpaan rasa.
Melalui Healing Suwung Hidupkan Srawung Rasa Nuswantara II, Cakra Tri Satmawa mengemas pertemuan tersebut melalui pengalaman hening, bunyi, gerak, energi, dan tradisi Nusantara.
Kini, ketika banyak orang mencari ruang untuk menenangkan diri, pengalaman seperti ini menawarkan satu pesan sederhana, berhenti sejenak, tarik napas, rasakan bumi, lalu dengarkan diri sendiri.Karena terkadang, perjalanan paling jauh justru dimulai ketika kita berani berjalan dalam diam.

























































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan