
Yogyakarta-suarainfo.com- Di tengah riuh Yogyakomtek 2026, PT Tekno Otsar Vision membuka jendela baru. Robot, AI, coding, dan pemrograman hadir lebih dekat dengan dunia sekolah.Pameran berlangsung pada 26–30 September 2026 di Gedung Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Septamia Sofia, D.P., S.E., PT Tekno Otsar Vision, mengatakan pihaknya membawa robot untuk kebutuhan pendidikan.“Robot bukan hanya untuk dimainkan. Anak-anak bisa belajar coding, AI, dan pemrograman,” ujar Septamia kepada awak media.
Karena itu, perusahaan tidak hanya menyediakan robot. Mereka juga menyiapkan silabus dan kurikulum.Dengan begitu, guru memiliki pedoman. Siswa pun mendapat arah belajar yang lebih jelas.


Lebih dari 60 sekolah mengikuti kegiatan robotik. Peserta datang dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Bagi Septamia, antusiasme itu menjadi sinyal penting.Sebab, robotik di sekolah Indonesia masih banyak berjalan sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Karena itu, PT Tekno Otsar Vision ingin membuka jalan agar teknologi dapat masuk lebih jauh ke pembelajaran.
Kompetisi kali ini menjadi langkah awal.Peserta belum langsung masuk ke pemrograman. Mereka terlebih dahulu mengenal robot melalui pengoperasian berbasis mouse.
Namun, perjalanan tidak berhenti di sana.Tahap berikutnya akan membawa siswa menuju real coding. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya menggerakkan robot.
Mereka juga belajar memberi perintah dan memahami logikanya.“Peserta sudah bertanya kapan lomba berikutnya,” kata Septamia.Semangat itu menjadi energi baru.
Kompetisi robotik tersebut juga memiliki jenjang.Mulai dari daerah, provinsi, nasional, hingga internasional.Standarnya pun menggunakan acuan internasional.
Karena itu, siswa yang melaju ke tingkat berikutnya dapat mengenal pola kompetisi yang sama.Dengan bekal tersebut, panggung internasional terasa lebih dekat.
PT Tekno Otsar Vision juga memperkenalkan berbagai solusi teknologi.Perusahaan merupakan Exclusive Authorized Distributor produk Horion di Indonesia dan pemegang merek Brite.
Bersama PT Voltx sebagai distributor Robot UBTECH untuk edukasi dan komersial, perusahaan menghadirkan teknologi untuk ruang kelas, ruang kerja, dan kebutuhan layanan.
Produk yang diperkenalkan antara lain Horion M6APRO V2 with AI Tool, Interactive LED All in One 135 inci, dan Smart Lectern V2.
Selain itu, hadir pula robot pendidikan untuk mendukung pembelajaran STEM dari SD hingga universitas.Ada pula robot komersial.
Teknologi ini dapat mendukung pelayanan publik, penyediaan informasi, serta kebutuhan otomasi.
Septamia berharap semakin banyak sekolah mengenal teknologi robotik.Terlebih lagi, AI berkembang begitu cepat.
Karena itu, anak-anak perlu mengenalnya sejak dini.Bukan sekadar menjadi pengguna. Namun, juga memahami cara teknologi bekerja.
“Harapannya anak-anak terus tertarik. Mereka mengenal AI, coding, dan pemrograman sehingga tidak tertinggal perkembangan teknologi,” ujarnya.
Yogyakarta menjadi titik awal.Selanjutnya, program serupa akan diperluas ke kota lain, termasuk Jakarta dan Palembang.
Sekolah, guru, komunitas, dan orang tua pun dapat mengambil bagian.
Sebab, masa depan tidak datang tiba-tiba.
robot AI untuk pendidikan













































































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan