
Yogyakarta-suarainfo.com- Anggota DPD RI asal DIY, Gus Hilmy, mendukung peluncuran Pendidikan Khas keJogjaan (PKJ) oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Gus Hilmy, program ini dapat memperkuat karakter sekaligus mengenalkan budaya Yogyakarta kepada pelajar dan mahasiswa.
Gus Hilmy menyambut baik penerapan Pendidikan Khas keJogjaan dalam kurikulum pendidikan. Ia berharap materi PKJ mengenalkan sejarah, bahasa, tradisi, serta filosofi kehidupan Yogyakarta.
“Ini yang sudah lama kita harapkan. Kami menyambut baik inisiatif Ngarso Dalem tentang Pendidikan Khas keJogjaan,” ujar Gus Hilmy melalui pernyataan tertulis,
Selain itu, ia mendorong kurikulum yang memberi ruang luas bagi siswa dan mahasiswa untuk memahami Jogja secara utuh.

Gus Hilmy kemudian mengutip pepatah, “tak kenal, maka tak sayang”.
Menurutnya, pengenalan budaya dapat menumbuhkan rasa hormat. Selanjutnya, pemahaman itu dapat membangun rasa memiliki terhadap Yogyakarta.
“Jika pelajar dan mahasiswa mengenal Jogja dengan karakteristiknya yang unik, mereka akan lebih menghormati dan menghargai peradaban kota ini,” katanya.
Gus Hilmy juga menyoroti keberadaan mahasiswa dari berbagai daerah.
Mereka datang ke Yogyakarta untuk belajar. Karena itu, mereka perlu mengenal budaya tempat mereka menimba ilmu.
Menurut Gus Hilmy, pemahaman tersebut dapat membawa manfaat lebih luas. Ia berharap mahasiswa menjadi Duta Jogja setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Mereka dapat bercerita dan mempromosikan citra positif Yogyakarta,” jelasnya.
Selama ini, banyak mahasiswa mengenal Jogja melalui pergaulan sehari-hari.Mereka belajar dari lingkungan, ruang publik, hingga angkringan.
Namun, Gus Hilmy menilai pendidikan formal dapat memberikan pemahaman yang lebih lengkap.“Memang, mengenal Jogja bisa dari mana saja. Namun, akan jauh lebih baik jika pengenalan dilakukan secara komprehensif,” tegasnya. Dengan demikian, Pendidikan Khas keJogjaan dapat menghadirkan pengetahuan budaya yang lebih terarah.
Lebih jauh, Gus Hilmy berharap PKJ ikut memperkuat kehidupan sosial di Yogyakarta,dan nilai kemanusiaan dan keberadaban tumbuh sejak bangku pendidikan.Karena itu, pemahaman nilai luhur budaya dapat menjadi bekal generasi muda. Dengan begitu, generasi muda dapat ikut menjaga Yogyakarta sebagai daerah yang berbudaya dan berkarakter.
Pada akhirnya, Pendidikan Khas keJogjaan bukan sekadar materi pembelajaran. Program ini dapat menjadi jembatan antara pelajar, mahasiswa, warga lokal, dan pendatang.
Dari ruang kelas, nilai budaya dapat tumbuh. Selanjutnya, para pelajar dan mahasiswa dapat membawa cerita positif tentang Jogja ke berbagai daerah.
Penulis : (RM.Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).

































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan