
Bantul-suarainfo.com- Jogja Fashion Week (JFW) 2026 resmi berakhir di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (16/8/2026). Namun, gaungnya masih terasa.

Mengusung tema “Roots to Resonance, Beyond”, JFW 2026 menarik lebih dari 15.000 pengunjung. Antusiasme itu sekaligus menggerakkan transaksi hingga hampir Rp2 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Anton Raharja mengatakan, JFW 2026 menampilkan lebih dari 1.000 karya busana. Sebanyak 171 desainer dari berbagai daerah ikut membawa warna masing-masing.
“Selama empat hari, tercatat lebih dari 15.000 pengunjung. Angka ini hampir sama dengan pencapaian tahun lalu,” ujar Anton saat penutupan JFW 2026.


Selain fashion show, JFW 2026 menghadirkan 144 booth UMKM dan desainer. Panitia juga menggelar fashion talkshow selama empat hari.
Kemudian, Jogja Fashion Designer Competition mempertemukan 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemudian, Jogja Fashion Designer Competition mempertemukan 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.



Di panggung utama, penyelenggara menggelar 13 sesi fashion show di Hall A. Sementara itu, Creative Corner menghadirkan tujuh sesi, termasuk executive exhibition yang menampilkan karya busana melalui peragaan oleh pejabat Eselon II Pemprov DIY.

Sementara itu, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan, penutupan JFW 2026 bukan sekadar tanda berakhirnya acara.
Menurutnya, JFW harus meninggalkan gagasan, kolaborasi, dan peluang baru bagi industri fashion lokal.”Industri fashion tidak hanya berbicara tentang estetika. Di dalamnya ada mata rantai ekonomi yang luas,” kata Made.
Rantai itu bergerak dari perajin, pembuat kain, desainer, penjahit, fotografer, model, pemasaran, hingga perdagangan dan pariwisata.
Karena itu, Made mendorong pelaku fashion Jogja memperkuat kolaborasi dan profesionalisme. Kreativitas, katanya, harus berjalan bersama kualitas produk, tata kelola usaha, kemampuan membaca pasar, teknologi, penguatan merek, serta jejaring yang lebih luas.
Kini, ketika lampu panggung JFW 2026 meredup, semangatnya justru harus menyala.

Ayo dukung fashion lokal. Belanja karya desainer Indonesia. Kenalkan produk UMKM Jogja. Dan jadikan kreativitas sebagai kekuatan ekonomi baru.
Penulis ; (Raja)
Editor : (RM. Neutron Aprima /Red).


























































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan