
Bantul,suarainfo.com-Sebanyak 20 desainer IFC Chapter Jogja menghadirkan karya wastra tradisional hingga modern di Jogja Fashion Week 2026, Minggu (16/8/2026). Ratusan pengunjung pun menyambut parade busana itu dengan decak kagum.
Berlangsung di Jogja Expo Center, 30 model menampilkan koleksi yang terbagi dalam empat tema IFC Fashion Trend 2026/2027—RECODE: Essential Grace, Digital Mirage, Origin Code, dan Power Mode.
Ketua IFC Chapter Jogja, Wening Angga, mengatakan RECODE membaca perubahan zaman sekaligus memperkuat identitas fashion Indonesia.
“Fashion tidak hanya berbicara tentang apa yang dikenakan, tetapi juga mencerminkan cara manusia membaca perubahan dan membayangkan masa depan,” ujar Wening.
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian ialah Kala Seroja karya Melati Soedjarwo bersama Tenun Yoga Art dari Klaten. Koleksi bertema Mekar di Tengah Riuh Urban memadukan lurik ATBM, batik tenun dobi, batik tulis, linen, katun, dan tile.
Melati menghadirkan enam look esensial. Cropped blazer, blus asimetris, hingga busana draped tampil dalam siluet A dan H.
Warna biru, putih, pink, dan kuning memperkuat karakter koleksi. Lotus menjadi metafora perempuan urban yang tetap mekar di tengah tekanan kehidupan modern.
“Pakaian kerja tidak harus kaku dan monoton,” tegas Melati.
Melalui RECODE, IFC mengajak pelaku industri melihat perubahan sebagai peluang. Mari kenakan wastra, dukung desainer lokal, dan bawa identitas fashion Indonesia menuju panggung global.
























































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan