
Bantul-suarainfo.com- Festival ornamen mengajak generasi muda mengenal motif, makna, dan nilai budaya. Kegiatan ini memadukan pertunjukan, dialog, karya visual, dan gallery tour.


Ketua Askrina DIY sekaligus pemateri, Agus Sriiyono, S.Sn., menyampaikan pandangannya kepada awak media suarainfo.com , Selasa (15/9/2026).
“Event ini langka. Tidak setiap tahun, bahkan belum tentu setiap lima atau sepuluh tahun ada event seperti ini,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, ornamen hadir di banyak ruang kehidupan. Ornamen dapat melekat pada benda, dinding, bangunan, pakaian, dan berbagai produk kriya.

Karena itu, masyarakat perlu memahami ornamen secara lebih dekat. Bukan hanya bentuknya, tetapi juga simbol dan maknanya.
Selain itu, festival menjadi ruang untuk menyampaikan kreativitas. Karya visual dapat memperlihatkan bagaimana ornamen berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Agus, generasi muda sebenarnya sudah dekat dengan ornamen. Motif dapat mereka temukan pada pakaian dan berbagai benda sehari-hari.
Namun, mereka belum tentu mengenali istilah dan maknanya.Karena itu, edukasi perlu berjalan bersama kreativitas. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya melihat motif. Mereka juga memahami nilai di baliknya.
Agus mendorong perubahan cara pandang masyarakat.Menurut dia, masyarakat tidak harus membeli benda hanya karena fungsinya.
Sebaliknya, motif juga dapat menjadi alasan seseorang memilih sebuah produk.Ia memberi contoh kursi.Orang dapat memilih kursi karena fungsi. Namun, orang juga bisa tertarik karena motifnya.Dengan begitu, ornamen memperoleh ruang sebagai karya yang memiliki daya tarik tersendiri.
Agus juga mengajak masyarakat melihat perjalanan batik.Batik berkembang melalui motif dan nilai budaya. Di dalamnya terdapat unsur ornamen.Karena itu, seni ornamen juga membutuhkan ruang yang lebih luas. Ornamen dapat hadir sebagai karya mandiri. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati ornamen secara langsung.
Agus berharap kegiatan seperti ini terus berkembang.Selain pameran, penyelenggara dapat menghadirkan kompetisi. Misalnya, lomba membuat ornamen, ornamen tematik, atau menghias media tertentu.Selanjutnya, peserta dapat mengembangkan karya sesuai tema dan filosofi.Menurut Agus, ruang kreativitas tersebut sangat luas.

Salah satu pengunjung, Lika, mahasiswa AKM Kriya, menilai kegiatan tersebut menarik. Menurut Lika, acara itu memberi kesempatan kepada publik untuk belajar secara langsung.



Pengunjung juga dapat memperoleh referensi visual. Selain itu, dialog dan wacana tentang ornamen menambah pengetahuan.“Acara seperti ini menarik sekali. Kita bisa mendapatkan lebih banyak referensi gambar dan tambahan pengetahuan,” kata Lika.

Karena itu, Lika berharap kegiatan serupa semakin sering berlangsung.Festival ornamen membuka ruang untuk melihat budaya dari dekat.Kini, masyarakat dapat mengenali motif. Kemudian, masyarakat dapat memahami maknanya. Selanjutnya, generasi muda dapat ikut mengembangkan kreativitasnya.
Mari kenali ornamen. Pahami maknanya. Rawat budayanya.
Penulis : (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima).















































































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan