
Yogyakarta-suarainfo.com- Peserta mengikuti Pelatihan Budidaya Sawit dengan aktif di Medan. Mereka menyimak materi dan berdiskusi langsung dengan pemateri. pelatihan budidaya modern yang digelar BPDP bersama Kementan di Le Polonia Hotel, Medan, 26–31 Agustus 2026.
Dalam sesi tersebut, Zulkifli Zein dari LPP Agro menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan pekebun. Menurutnya, kemampuan teknis menjadi kunci untuk mendorong produktivitas kebun sawit swadaya.
“Jangan sampai kita punya 40 persen lahan sawit nasional, tetapi hasilnya hanya 30 sampai 35 persen CPO,” kata Zulkifli saat pembukaan.
Zulkifli mendorong peserta memahami setiap tahapan budidaya. Karena itu, pekebun perlu menerapkan teknik yang benar, efektif, dan berkelanjutan.
“Kuncinya adalah skill dan praktik budidaya yang benar. Pekebun harus memahami setiap tahapan agar hasil kebun semakin optimal,” ujarnya.
Selain belajar di kelas, peserta juga mendapat pengalaman langsung di lapangan. Dengan begitu, peserta dapat melihat penerapan teknologi secara lebih nyata.
Pada 29 Agustus 2026, peserta dijadwalkan mengunjungi PT PTPN IV Regional II Kebun Adolina dan Balai Benih Adolina.
Di lokasi tersebut, peserta belajar mengenai teknologi budidaya dan mengenal benih unggul. Pengetahuan itu dapat menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat.
Kunjungan lapangan juga memberi gambaran tentang pengelolaan kebun. Peserta dapat melihat proses mulai dari pemilihan benih hingga penerapan teknik budidaya.
Muhammad Yusuf Lubis dari Pemprov Sumut mengajak peserta menerapkan ilmu setelah pelatihan. Ia juga meminta peserta membagikan pengetahuan kepada pekebun lain di daerah masing-masing.
“Ilmu yang diperoleh jangan berhenti setelah pelatihan. Bawa pulang pengetahuan ini, kemudian tularkan kepada masyarakat,” kata Yusuf.
Sementara itu, Sabrina Pulungan, Kadis Labusel, mendorong pekebun menjadi agen perubahan di desa
pemateri menyampaikan materi di depan peserta. Ia juga membuka ruang diskusi agar peserta dapat bertanya dan bertukar pengalaman.
Sementara itu, peserta mengikuti pembelajaran dengan serius. Mereka mencatat materi dan memperhatikan penjelasan pemateri. (Ed).























































































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan