
Yogyakarta-suarainfo.com- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta mengajak generasi muda semakin aktif memahami politik dan demokrasi. Caranya, melalui tiga perlombaan edukatif yang memadukan pengetahuan, praktik, dan kreativitas.
Kesbangpol menyiapkan Parlemen Pelajar, Olimpiade Rakyat Demokrasi, serta Lomba Konten Inisiasi Demokrasi.
Program tersebut lahir setelah kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 berada di kisaran 64 persen.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setia Hati, mengatakan sebagian besar warga yang tidak menggunakan hak pilih berasal dari kelompok generasi muda.
“Dari hasil kajian UGM yang dilakukan pada 2025, partisipasi dalam penggunaan hak pilih pada Pilkada 2024 sekitar 64 persen,” kata Polana saat jumpa pers di Diskominfosan Kota Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Kesbangpol akan menggelar Parlemen Pelajar pada Selasa (18/8/2026) di Ruang Paripurna DPRD Kota Yogyakarta.
Sebanyak 40 pelajar akan mengikuti simulasi sebagai anggota legislatif. Mereka akan mengenal proses persidangan, mulai dari sidang komisi hingga sidang paripurna.
Selain itu, peserta akan mengkritisi kebijakan publik. Masukan tersebut diharapkan membantu pemerintah melihat persoalan dari sudut pandang generasi muda.
Selanjutnya, Olimpiade Demokrasi menyasar pelajar tingkat SLTA se-Kota Yogyakarta.Pendaftaran berlangsung pada 1 Agustus–5 September 2026 melalui bit.ly/OlimpiadeDemokrasi2026.
Panitia menyediakan hadiah Rp5 juta dan uang pembinaan dengan total mencapai Rp20 juta. Sementara itu, Lomba Konten Inisiasi Demokrasi terbuka bagi warga berusia 17–40 tahun di Kota Yogyakarta.
Peserta dapat membuat video edukasi bertema pencegahan hoaks, pengawasan kebijakan publik, serta partisipasi masyarakat yang inklusif. Total hadiah mencapai Rp10 juta. Pendaftaran tersedia melalui bit.ly/InisiasiDemokrasi2026.
Kesbangpol menekankan peserta harus menghasilkan karya orisinal dan tidak menggunakan bantuan artificial intelligence (AI) dalam proses pembuatan karya.
Melalui rangkaian program tersebut, Kesbangpol berharap anak muda tidak berhenti pada pemahaman teori. Dengan begitu, ruang demokrasi di Yogyakarta dapat tumbuh lebih terbuka, kritis, dan inklusif. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).






















































































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan