
Bantul-suarainfo.com- Jogja International Kite Festival 2026 di Langit Pantai Parangkusumo kembali resmi dibuka, berbicara lewat warna. Angin mengangkat ratusan layang-layang, lalu menyatukan budaya dari berbagai penjuru dunia dalam pembukaan Jogja International Kite Festival 2026, Sabtu (11/7/2026).
Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival ini mengusung tema “Melayang Bersama Keluarga Mewujudkan Generasi Emas yang Bertradisi, Berbudaya, dan Berinovasi.” Karena itu, JIKF tidak hanya menghadirkan hiburan. Festival ini juga menguatkan budaya, menggerakkan pariwisata, serta membuka peluang bagi ekonomi kreatif.


Prosesi pembukaan berlangsung meriah. Bregodo Ketanggungan, Wirobrajan, Keraton Yogyakarta tampil gagah membawa semangat pengabdian. Selanjutnya, Tari Krido Mahardika memancarkan keberanian sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Yogyakarta.

Festival ini dihadiri perwakilan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Bantul, jajaran pemerintah, AirNav Indonesia, Forkopimda, kementerian, mitra kerja, insan media, hingga delegasi internasional.

Sebanyak 32 klub layang-layang dari Indonesia dan peserta dari 17 negara memenuhi langit Yogyakarta. Karena itu, Jogja International Kite Festival 2026 menjadi ruang persahabatan yang melampaui batas bangsa, bahasa, dan budaya.
Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarijiyanto, menegaskan layang-layang bukan sekadar permainan. Sebaliknya, layang-layang menjadi jembatan persaudaraan, pendidikan karakter, dan lahirnya generasi kreatif yang tetap mencintai tradisi.
Sebelumnya, panitia menggelar berbagai kegiatan Road to JIKF 2026. Mulai dari kompetisi daerah, edukasi, workshop, city tour, promosi wisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga mengenal budaya, sejarah, kuliner, dan kerajinan khas Yogyakarta.
Sementara itu, festival ini menghadirkan peluang besar bagi pelaku UMKM. Wisatawan yang datang diharapkan meningkatkan transaksi ekonomi kreatif. Selain itu, kegiatan ini semakin memperkuat denyut pariwisata Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Prasadiadi, menilai festival ini menjadi ruang pertemuan budaya dunia. Oleh sebab itu, JIKF semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.
Karena itu, selama dua hari, pengunjung dapat menikmati OLLANESIA, lomba mewarnai, pertunjukan layang-layang internasional, pameran UMKM, hingga Night Flying Kite Show yang memukau langit malam.
Dengan demikian, Jogja International Kite Festival 2026 lahir dari kolaborasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Dinas Pariwisata DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, Komunitas Angkasa Satu, AirNav Indonesia, serta berbagai komunitas dan mitra.
Oleh sebab itu, datanglah ke Pantai Parangkusumo. Saksikan langit yang berubah menjadi kanvas raksasa penuh warna layang -layang. Nikmati budaya, dukung UMKM, dan rasakan hangatnya persahabatan dunia hanya di Jogja International Kite Festival 2026. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).















































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan