
Yogyakarta,suarainfo.com- Patrap Senopati (Paguyuban Trah Panembahan Senopati) menggelar Haul ke-438 Kanjeng Panembahan Senopati di Masjid Gedhe Mataram, Kotagede, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026) malam. Mengusung tema “Nguri-uri Kebudayaan, Ngelestarekake Pepadan Mbangun Jiwa Jawi”, peringatan ini menjadi ikhtiar merawat warisan budaya, harmoni, dan jati diri Jawa.
Ketua Panitia, R. Bigar Rahasia Siswa, S.Pd., M.Pd.B.I., mengatakan haul merupakan agenda tahunan untuk mengenang keteladanan Kanjeng Panembahan Senopati sebagai pendiri Kerajaan Mataram Islam yang berhasil memadukan ajaran Islam dengan adat Jawa tanpa menghapus nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, Patrap Senopati berkomitmen menjaga keluhuran nama Panembahan Senopati melalui penguatan adab, tata krama, unggah-ungguh, serta laku prihatin sebagai jalan membangun pribadi yang berbudi luhur. Paguyuban yang berdiri pada 2022 itu telah empat kali menyelenggarakan haul sebagai ruang mempererat kecintaan terhadap bahasa, budaya, dan tradisi Jawa yang selaras dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Mewakili Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Gusti Moeng mengapresiasi penyelenggaraan haul yang dinilai mampu menghidupkan kembali tata adat, aksara, dan nilai luhur Jawa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memuliakan leluhur serta menjaga Masjid Gedhe Mataram, peninggalan Panembahan Senopati, sebagai simbol sejarah dan peradaban.
Sementara itu, KGPH Prabu Kusumo menegaskan Panembahan Senopati merupakan teladan kepemimpinan yang mengedepankan kerukunan, gotong royong, serta penghormatan terhadap keberagaman. Ia mengingatkan bahwa kelestarian budaya Nusantara adalah benteng peradaban yang harus dijaga bersama agar jati diri bangsa tidak terkikis oleh arus budaya asing.

Haul ke-438 Panembahan Senopati menjadi penegas bahwa merawat budaya bukan sekadar mengenang masa silam, melainkan menyalakan cahaya peradaban untuk masa depan, agar adab, tradisi, dan semangat kebersamaan tetap berakar dalam kehidupan masyarakat Jawa dan Indonesia. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).














































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan