
Yogyakarta,suarainfo.com- MORSA Event 2026 menetapkan pemenang Lomba Essay dan Konten Kreator setelah pementasan sastra “Kutitipkan Kepada Langit dan Negeri Retak” karya Joko Pranoto di Pendopo Mantrigawen, Kamis (9/7/2026).

Ketua Panitia Lomba Essay dan Konten Kreator, Mahmoud Elqadrian, menjelaskan bahwa peserta menulis essay berdasarkan hasil pengamatan selama pertunjukan. Peserta juga menyampaikan kesan, pesan, serta analisis terhadap proses kreatif yang tampil di atas panggung.
Selain itu, Panitia menilai kemampuan peserta mengulas penyutradaraan, penampilan pemain, tata musik, dan manajemen produksi. Selain itu, juri mengukur kemampuan peserta menangkap pesan puisi karya Joko Pranoto sebagai naskah utama pertunjukan.

Menurut Mahmoud Elqadrian, MORSA Event 2026 menggelar pertunjukan berbayar untuk mengajak masyarakat menghargai karya sastra. Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem seni yang profesional, sehat, dan bermartabat.
Selanjutnya, karya puisi Joko Pranoto menjadi poros pertunjukan. Tema “Negeri Retak” berpadu dengan nuansa religius “Kutitipkan Kepada Langit”. Perpaduan sastra, musik, dan teater membentuk harmoni yang puitis sekaligus menggugah kesadaran penonton.
Lebih jauh, Mahmoud menegaskan seluruh esai terbaik akan diterbitkan di media daring sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi peserta dalam menghidupkan ekosistem literasi.
lomba essay tersebut dikuti 32 peserta dari berbagai kalangan, dan konten kreator diikuti oleh delapan peserta

Sementara itu, Aswarun, organizer MORSA Event yang memfasilitasi keputusan rapat tim juri yg di koordinasi oleh Mahmoud Elqadrian, menilai MORSA Event 2026 berhasil mengangkat pembacaan puisi sejajar dengan pertunjukan musik. Karena itu, sastra tidak lagi menjadi pelengkap acara, melainkan tampil sebagai pusat perhatian dengan nilai artistik yang setara.
Di sisi lain, Asri dari Nayaka Bhoomi (NB) mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan dewan juri. Ia menegaskan seluruh hasil penilaian telah dilakukan secara objektif sesuai kriteria yang ditetapkan. Oleh sebab itu, keputusan dewan juri bersifat final, mutlak,tidak bisa di ganggu gugat.

Selanjutnya, tim juri mendorong peserta menyampaikan kritik yang objektif dan apresiasi yang membangun. Karena itu, panitia akan mempublikasikan karya para pemenang di media online sebagai bentuk penghargaan.
Di sisi lain, Joko Pranoto dinilai berhasil mengelola produksi secara profesional. Pengalaman sebagai pengusaha memperkuat tata kelola pertunjukan dan menjadi contoh pengembangan ekosistem seni pertunjukan.
Pemenang Essay MORSA Event 2026.Juara 1: Azwar Surahman, Judul (Menitipkan Langit kepada Ingatan), Merawat Negeri yang Retak. Juara 2 Nur Iswantoro Judul-MORSA Event 2026, Gelar Seni Budaya Indonesia, Ekspresi Seni Pertunjukan Sastra Kaya Daya Pesona). Juara 3.Gregorius Usanta, Judul Nuansa Orkestra Sastra Kontemporer ala Jejaka).
Pemenang Konten Kreator MORSA Event 2026. Juara 1. Praditiya Afisda, MORSA Event 2026.
Juara 2. Dewi Linggarsari, Gelar Budaya Indonesia yang Kutitipkan kepada Langit. Juara 3. Anugrah Kreato, Penyair Tua Menolak Tua.
Seluruh pemenang menerima hadiah uang pembinaan dan sertifikat MORSA Event 2026. Melalui ajang ini, sastra kembali melangkah ke panggung utama. Sementara itu, para seniman, penulis, dan penonton bersama-sama merawat ekosistem budaya yang hidup, bermartabat, dan berkelanjutan.
Mari dukung MORSA Event 2026 dengan terus mengapresiasi sastra Indonesia. Bagikan informasi ini, dukung karya para seniman, dan bersama kita bangun ekosistem seni yang kreatif, profesional, serta bermartabat.(Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).












































































































































































































































































































































Tinggalkan Balasan