
Sleman,suarainfo.com- Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti, menegaskan komitmennya mengawal kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Arisa . Ia menerima kepercayaan dari orang tua korban untuk memastikan proses hukum berjalan adil.
Selain itu, ia menekankan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada aspek hukum. Pemulihan psikologis anak menjadi prioritas utama karena dampak yang dialami tergolong berat.
Lebih lanjut, Hesti mengungkapkan sejumlah anak mengalami gangguan kesehatan, seperti bronkitis, pneumonia, hingga indikasi stunting. Oleh karena itu, tenaga medis dan psikolog harus segera terlibat.
Di sisi lain, orang tua juga mempertanyakan transparansi pemberian obat, termasuk antibiotik. Mereka mendesak rekam medis dibuka untuk memastikan perawatan dilakukan dengan benar.
Sementara itu, salah satu orang tua korban, Sukirman, mengaku terpukul. Ia menilai telah tanpa sadar menitipkan anak ke lingkungan yang justru menyakiti.“Anak kami terlihat dalam kondisi tidak manusiawi. Ini sangat menyakitkan,” ujarnya.
Karena itu, para orang tua meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku, termasuk pihak yang terlibat di belakangnya.
Selanjutnya, dukungan hukum mulai mengalir. IKADIN dan Pemkot Yogyakarta menyiapkan puluhan pengacara untuk mendampingi korban.
Namun demikian, DPR RI tetap mendorong kepolisian bertindak transparan dan profesional dalam menetapkan tersangka. Setiap pihak yang terlibat harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.
Peristiwa ini membuka mata banyak pihak. Di balik senyum anak, tersimpan luka yang tak terlihat. Tangis , ketakutan, dan trauma menjadi saksi bisu.
Kini, publik menanti keberanian negara untuk berdiri di sisi korban. (Raja).
Editor : ( RM.Neutron Aprima/Red).




























































































































































































Tinggalkan Balasan