
Yogyakarta,suarainfo.com-Yogyakarta kembali menegaskan komitmen. Melalui Laku Sasmita Amrih Nirmala, pemerintah memperkuat pengelolaan dana kalurahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi. Acara berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Selasa (28/4/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir langsung. Selain itu, Kapolda DIY, Danrem 072/Pamungkas, hingga KPK RI turut memperkuat sinergi. Para bupati, wali kota Yogyakarta, dan lurah se-DIY ikut ambil bagian. Dengan demikian, kolaborasi lintas sektor semakin nyata.
Sri Sultan menegaskan bahwa pemerintah wajib menjaga amanah rakyat. Ia mendorong transparansi dan akuntabilitas. Bahkan, kalurahan dituntut efisien dan fokus pada kesejahteraan masyarakat.
Brigjen Pol. Boro Windu mengingatkan potensi penyimpangan. Misalnya, penyalahgunaan wewenang hingga proyek fiktif. Karena itu, pengawasan dan partisipasi publik harus diperkuat.
Dr. Ely Kusumastuti mengungkapkan pentingnya tata kelola yang kuat. Ia mendorong indikator Desa Antikorupsi diterapkan. Dengan demikian, sistem bersih bisa terwujud.
Suasana Embung Giwangan terasa hidup. Para peserta tampak antusias. Mereka mendengarkan dengan saksama, lalu berdiskusi aktif. Momentum ini menghadirkan harapan baru bagi tata kelola desa yang lebih bersih.
Karena itu, masyarakat diimbau ikut mengawasi penggunaan dana. Partisipasi publik menjadi kunci agar tata kelola berjalan bersih dan profesional. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima /Red).






















































































































































































Tinggalkan Balasan