
Bantul,suarainfo.com — Pameran Indonesia Raya Menggambar 2026 sukses menyatukan ratusan seniman dan komunitas seni gambar dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui tema “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”, kegiatan nasional ini menghadirkan semangat baru bagi perkembangan budaya visual Nusantara.

Selain menghadirkan karya seni, pameran ini juga memperkuat solidaritas komunitas gambar dari Sabang hingga Merauke. Karena itu, Bantul kembali menjadi ruang penting bagi lahirnya gerakan budaya nasional berbasis seni gambar.
Pameran nasional ini menjadi momentum penting kebangkitan budaya menggambar di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat persaudaraan lintas komunitas seni dari Sabang sampai Merauke.

Ketua penyelenggara Indonesia Raya Menggambar, Edo Pop, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar agenda seni. Namun, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk menjaga budaya visual bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi global.
“Menggambar adalah bagian penting dari kebudayaan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pameran ini melibatkan ratusan seniman, pelajar, komunitas gambar, hingga pegiat budaya dari berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, Bantul menjadi titik temu lahirnya gerakan budaya gambar nasional.

Tim kurator pameran terdiri dari:Dr. Syamsul Barry, S.Sn., M.Hum.Dr. Hajar Pamadhi, MA. Hons.Dr. Moh. Rusnoto Susanto, M.Sn., MCE.Ilham Khoiri, S.Ag., M.Sn.Dio Pamola Chandra, S.Pd., M.Sn.Mayek Prayitno, S.Sn.

Pameran “Kebangkitan Gambar -Menggambar Kebangkitan” mengangkat semangat menjaga akar budaya visual Nusantara. Bahkan, praktik menggambar telah hadir sejak zaman prasejarah, seperti temuan gambar purba di Goa Leang-Leang, Sulawesi Selatan.
Kini, menggambar tidak hanya menjadi karya artistik. Sebaliknya, menggambar hadir sebagai media refleksi sosial, kritik budaya, dan penguat identitas lokal masyarakat Indonesia.
Para seniman juga mengangkat tema kehidupan rakyat, lingkungan, budaya lokal, hingga perubahan sosial akibat modernisasi dan pariwisata.

Momentum ini sekaligus menyongsong pengesahan Bulan Indonesia Menggambar sebagai bagian dari Kalender Nasional Kebudayaan Indonesia.
Karena itu, seluruh komunitas seni, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat diajak ikut menjaga semangat menggambar sebagai identitas budaya bangsa.

Pameran ini diharapkan membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terus berkarya, belajar, dan merawat budaya gambar Indonesia.
Masyarakat diajak hadir dan menjadi bagian dari perayaan seni gambar nasional ini. Selain menikmati karya, pengunjung juga dapat merasakan semangat kebersamaan lintas daerah dalam satu ruang budaya Indonesia.
Pameran Indonesia Raya Menggambar 2026 menjadi simbol kebangkitan budaya visual Nusantara yang terus hidup, berkembang, dan menginspirasi generasi mendatang.
Mari hadir dan dukung kebangkitan budaya menggambar Indonesia bersama ratusan seniman nasional di Bantul. (Raja).
Editor : (RM.Neutron A/Red).



























































































































































































































































Tinggalkan Balasan