
Yogyakarta,suarainfo.com- Refleksi satu tahun kepemimpinan Hasto dan Wawan menegaskan arah baru: membangun peradaban melalui rekonstruksi sosial berbasis perubahan perilaku warga.
Kegiatan berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Senin (30/3/2026). Suasana hangat terasa sejak awal. Warga, relawan, dan komunitas hadir menyatukan semangat perubahan.

Hasto menegaskan, Jumilah dan Rotary Club telah berkontribusi selama enam bulan terakhir. Selain itu, kolaborasi ini akan terus berkembang.“Kita lihat nanti perkembangannya. Namun, saya berterima kasih kepada Rotary Club dan Jumilah yang akan terus bersama masyarakat,” ujarnya.

Hasto menekankan, inti gerakan bukan sekadar mengelola sampah. Sebaliknya, gerakan ini mengubah pola pikir warga.“Yang terlihat memang sampah. Namun, yang kita ubah sebenarnya perilaku masyarakat,” tegasnya.
Oleh karena itu, edukasi harus terus dilakukan.Bahkan, pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan.

Ia mengajak seluruh relawan agar tidak lelah mengedukasi warga. Selain itu, komunikasi harus dibuat sederhana dan menyenangkan.
Suasana semakin hidup saat Hasto memimpin yel-yel.

“Tepuk Mas Jos!” serunya.
Momentum ini memperkuat optimisme perubahan sosial di Yogyakarta.
Dengan demikian, refleksi satu tahun ini bukan sekadar evaluasi. Sebaliknya, ini menjadi pijakan menuju peradaban baru yang dimulai dari kesadaran dan aksi nyata masyarakat. (Raja).
Editor : ( R.M.Neutron Aprima/Red).









































































































































Tinggalkan Balasan