
Yogyakarta,suarainfo.com- Diskusi budaya bertajuk “Tatas Titis Tetes #1, Sangkan Paraning Dumadi” digelar di Omah Menus, Kotagede, Rabu (6/5/2026). Forum ini mengajak masyarakat memahami cara pandang orang Jawa terhadap kematian sebagai perjalanan pulang menuju asal kehidupan.

Budayawan Ki Supriyadi menuturkan, konsep Sangkan Paraning Dumadi bukan sekadar tentang akhir hidup, melainkan kesadaran manusia untuk kembali kepada Sang Pencipta dengan laku yang utuh dan bening.
“Budaya Jawa jangan sampai mendapat stigma negatif. Kita perlu ngangsu kaweruh, memahami bagaimana orang Jawa memaknai jalan menuju kematian,” ujarnya dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 15.15 WIB.



Sementara itu, pengamat sejarah M Yaser Arafat mengungkapkan, bahasa kematian dalam tradisi Jawa memiliki sastra yang halus dan penuh makna spiritual.
Menurutnya, pengumuman kematian di kampung-kampung Jawa dahulu tidak sekadar memberi kabar duka, melainkan doa dan penghormatan.
“Kalimat sampun katimbalan marak sowan terasa begitu dalam. Artinya bukan sekadar meninggal, tetapi dipanggil untuk sowan menghadap Gusti Allah. Ada rasa teduh dan pasrah dalam ungkapan itu,” katanya.


Ia menjelaskan, istilah marak sowan menggambarkan kepulangan manusia kepada Sang Pencipta dengan penuh hormat. Tradisi tutur itu memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa memandang kematian sebagai laku cinta dan perjalanan suci.
Dalam forum tersebut juga dibahas karya Suluk Asmaraloya karya Mas Ngabehi Mangunwijaya yang memaknai kematian sebagai cinta sejati. Dalam khazanah Jawa, istilah sasono loyo dimaknai sebagai tempat peristirahatan terakhir manusia menuju keabadian.

Diskusi budaya berlangsung hangat dan reflektif. Para peserta diajak memahami bahwa kematian dalam pandangan Jawa bukan akhir, melainkan jalan pulang menuju Sangkan Paraning Dumadi. (Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).























































































































































































































Tinggalkan Balasan