
Bantul,suarainfo.com- Pameran arsip KuaEtnika “Merawat Pijar, Menyelaras Bunyi” langsung menyedot perhatian publik. Selama tiga dekade, di PSBK Bantul 2–4 Mei 2026. 11.00–16.00 WIB. gratis (3–4 Mei). Penutupan 4 Mei, 19.00 WIB, kelompok ini menyalakan tradisi, lalu meraciknya menjadi bunyi baru yang hidup dan relevan.
Pameran ini resmi dibuka pada 1 Mei 2026 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Bantul. Sejak awal, publik diajak menyusuri perjalanan KuaEtnika dari 1996 hingga 2026.
Kurator Nandhika Fardha menata 53 arsip penting. Selain itu, ia membagi ruang menjadi dua sisi agar pengunjung mudah membaca evolusi karya.
Pengunjung melangkah pelan. Mereka berhenti di instrumen ikonik. Lalu, mereka menyentuh alat interaktif. Bahkan, mereka membaca kliping lama yang merekam denyut zaman.
Arsip tidak diam. Sebaliknya, arsip berbicara. Ia menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan dalam satu napas panjang.
Butet Kartaredjasa membuka kenangan lama. Ia mengisahkan lahirnya KuaEtnika dari warung sederhana hingga panggung dunia.
Awalnya, mereka bereksperimen. Mereka menggabungkan etnik dan elektrik. Saat itu, pendekatan ini terasa asing. Namun, justru di situlah kekuatan lahir.
“Jangan pernah berhenti belajar. Arsip adalah sumber kehidupan,” tegas Butet.
Ketua panitia, Aditya Subaru Putra Aslam, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumentasi. Arsip menjadi jembatan pengetahuan.
Karena itu, pameran ini membuka ruang refleksi. Publik tidak hanya melihat hasil, tetapi juga proses, kegagalan, dan pencarian.
Menariknya, panitia memberikan akses GRATIS pada 3–4 Mei 2026. Dengan begitu, lebih banyak publik bisa belajar pentingnya arsip seni.
Selain itu, malam penutupan menghadirkan screening film karya mahasiswa ISI Yogyakarta. Kolaborasi ini mempertemukan bunyi dan visual secara segar.
Datang, lihat, dan dengar. Rasakan bagaimana bunyi tumbuh dari tradisi. Lalu, pahami bagaimana arsip menjaga nyala itu tetap hidup.
Pada akhirnya, pameran ini tidak sekadar memajang arsip. Ia merawat pijar. Ia menyelaraskan bunyi. Dan yang terpenting, ia mengajak kita untuk terus belajar, merawat, dan mencipta.(Raja).
Editor : (RM.Neutron Aprima/Red).











































































































































































































Tinggalkan Balasan