
Yogyakarta-suarainfo.com- RM. Acun Hadiwijoyo menegaskan keamanan Jogja jelang Ramadan tetap aman dan terkendali. Ia melihat keamanan Jogja masih adem dan ayem.Namun demikian, isu pendatang bikin resah di Jogja ramai beredar di media sosial. Karena itu, ia mengajak warga menjaga keamanan Jogja jelang Ramadan dengan cara yang benar.
Ia menyebut para pendatang datang ke Jogja untuk belajar dan kuliah. Ia memahami para pendatang memiliki tujuan pendidikan. Akan tetapi, jika ada oknum pendatang bikin resah di Jogja, maka dipulangkan aja ke asalnya,daerahnya.Warga tidak boleh bertindak sendiri. Warga harus menjaga keamanan Jogja jelang Ramadan dengan kepala dingin.
Romo Acun meminta warga melapor jika menemukan gangguan keamanan Jogja. Ia meminta warga datang ke Polsek. Jika belum selesai, warga bisa naik ke Polres. Selanjutnya, warga bisa melapor ke Polda. Dengan langkah itu, warga ikut menjaga keamanan Jogja jelang Ramadan secara prosedural.
Ia menekankan bahwa keamanan Jogja bukan urusan pribadi, melainkan urusan bersama. Oleh sebab itu, warga harus aktif menjaga keamanan Jogja tanpa anarkis.Ia juga mengingatkan bahwa tindakan sembrono justru bisa merusak keamanan Jogja jelang Ramadan.
RM. Acun Hadiwijoyo menegaskan bahwa isu pendatang berbeda dengan kasus klitih. Kasus klitih di Jogja merupakan kenakalan remaja yang sudah meluas.Karena itu, warga harus membantu aparat menjaga keamanan Jogja dari aksi klitih.
Ia kembali mengulang pentingnya menjaga keamanan Jogja jelang Ramadan. Ia meminta warga tidak terpancing isu di media sosial. Ia meminta warga fokus menjaga keamanan Jogja dengan kerja sama, bukan emosi.
RM. Acun Hadiwijoyo mengajak seluruh warga menjaga keamanan Jogja jelang Ramadan. Ia mengajak warga melapor jika melihat gangguan keamanan Jogja. Ia mengajak warga mendukung aparat demi keamanan Jogja tetap kondusif.(*)



































































































Tinggalkan Balasan