
Yogyakarta,suarainfo.com-Pemerintah Kota Yogyakarta bersama unsur pentahelix ,pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media – mendeklarasikan “Menuju Jogja Tangguh Bencana” di Ruang Grha Pandawa, Kamis (30/10/2025). Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama membangun ketangguhan pra, saat, dan pascabencana.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memimpin deklarasi tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antar unsur pentahelix dalam memperkuat kesiapsiagaan, koordinasi tanggap darurat, dan pemulihan pasca-bencana. “Deklarasi ini bukan sekadar seremoni. Kita harus benar-benar tangguh dan tanggap bencana,” ujar Wawan.

Kota Yogyakarta telah memiliki Kampung Tangguh Bencana (KTB) sebagai garda depan kesiapsiagaan masyarakat.Subono, personel KTB Minggiran, menyatakan kesiapsiagaan warga menghadapi pohon tumbang dan cuaca ekstrem. “Kami selalu siaga. Peralatan lengkap dan siap digunakan,” ungkapnya,

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menjelaskan deklarasi ini menjadi puncak Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2025 dan bagian dari Roadmap Penanggulangan Bencana Kota Yogyakarta 2025–2030. Indeks risiko bencana Kota Yogyakarta saat ini 66 (kategori sedang). Deklarasi menegaskan peran semua unsur pentahelix, TNI, Polri, dan masyarakat dalam membangun ketahanan, sistem respons cepat, serta pemulihan berkelanjutan.




Deklarasi Menuju Jogja Tangguh Bencana menjadi tonggak kolaborasi kolektif. Dengan sinergi yang kuat, Yogyakarta diharapkan siap menghadapi bencana, meminimalkan dampak sosial dan ekonomi, serta memastikan pemulihan cepat dan berkelanjutan.(Raja)
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red)






























































Tinggalkan Balasan