
Sleman,suarainfo.com-Jogja Ekraf Week 2025 resmi dibuka selama dua hari 24-26 Oktober di Sleman City Hall. Jumat, (25/10/2025).Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah DIY, meluncurkan Jogja Ekraf Week 2025, untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif (Kepala Badan Ekonomi Kreatif)Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah membangun ekosistem kreatif yang produktif dan digital.
Jogja Ekraf Week 2025 mempertemukan pelaku kreatif untuk berkolaborasi dan berinovasi demi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Rifki Harsha.
Kemenparekraf mengembangkan ekosistem digital agar kreator lebih mudah berkarya dan memasarkan produk.
Rifki Harsha memimpin inisiatif digitalisasi untuk memperkuat pendidikan, kebijakan, dan pembiayaan sektor kreatif.
“Setiap subsektor ekonomi kreatif harus menjadi sumber kekuatan ekonomi baru. Inilah masa depan ekonomi Indonesia: kreatif, produktif, dan berdaya saing global,” tambah Rifki.

Selain itu, Kemenparekraf menilai, pembangunan ekonomi kreatif tidak bisa hanya berpusat di kota besar.

Daerah seperti Yogyakarta justru menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, karena budaya dan kreativitas lahir dari masyarakatnya sendiri.





Ajang JEW sebelumnya menjadi contoh nyata kolaborasi antara pendidikan, industri, media, dan teknologi, menciptakan model ekonomi yang adaptif dan produktif.
Jogja Ekraf Week 2025 diharapkan melanjutkan semangat tersebut dengan skala yang lebih luas dan berdampak nyata.

Melalui Jogja Ekraf Week 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif mengajak seluruh pelaku industri, komunitas, dan akademisi untuk bersama menyalakan semangat inovasi dari daerah.Karena ekonomi kreatif bukan sekadar sektor, melainkan gerakan kebangsaan menuju masa depan ekonomi berdaya cipta.
“Dari Jogja, semangat ini akan menyala ke seluruh Indonesia,” tutup Rifki Harsha.(Raja)
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red)





























































Tinggalkan Balasan