
Yogyakarta,suarainfo.com — Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menggelar Haul ke-171 BPH Diponegoro di Ndalem Tegalrejo, Monumen Diponegoro Yogyakarta, Kamis Kliwon, (8/1/2026).
Acara ini menguatkan doa, mempererat silaturahmi, serta menegaskan kembali nilai perjuangan bangsa. Selain itu, kegiatan ini mengenang wafatnya BPH Diponegoro pada 8 Januari 1855 dalam usia 69 tahun.
Selanjutnya, panitia mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan”. Tema ini menegaskan penghormatan terhadap pahlawan nasional sekaligus ajakan meneladani pengabdian kepada Ibu Pertiwi. Ketua Panitia, R. Dwi Akseptoro TY, menegaskan bahwa haul ini menjaga api keteladanan Diponegoro agar tetap hidup.
Kemudian, panitia akan membuka acara dengan Khataman Al-Qur’an, dilanjutkan pelantunan doa Sholawat Nabi dan Tahlil. Pada puncak acara Peringatan Haul adalah Istighosah dan Mauidhoh Hasanah yang dipimpin oleh Syeikh Abu
Zaki As-Sangafuri Al-Hadhrami dari Malaysia, KH. Muhammad Nilzam Yahya, M.Ag., dan Ustad M. Yaser
Arafat.
Sementara itu , acara juga dimeriahkan oleh Hadroh Pengajian Taman Surga Tegalrejo, Hadroh Panti Asuhan Putri Sasana Kreatif Mandiri, dan Seni Angklung Panti Asuhan Difabel Bina Siwi.
Di sisi lain, Patra Padi menegaskan semangat kebangsaan melalui reorganisasi kepemimpinan periode 2025–2029. Pergantian Ketua Umum mencerminkan bahwa semangat Diponegoro hidup di seluruh Nusantara, termasuk Sulawesi.
Akhirnya, peringatan haul ini diharapkan melahirkan generasi muda yang berjiwa Diponegoro, setia berkhidmat bagi bangsa dan negara.(Raja).
Editor:(R.M.Neutron Aprima/Red).
























































































Tinggalkan Balasan