
Yogyakarta,suarainfo.com-Haul 7 Tahun Ambar Polah berlangsung di Parkiran Barat Jogja Expo Center (JEC), Selasa (18/11/2025). Acara ini menghadirkan suasana hangat yang mengalir sejak awal hingga akhir. Melalui tema “Nyanyian Rakyat”, para sahabat, keluarga, dan masyarakat hadir untuk menghidupkan kembali kenangan tentang sosok Ambar Polah yang dikenal kreatif, gigih, dan visioner.
Panitia membuka acara dengan doa bersama. Setelah itu, para sahabat memberikan testimoni yang menggugah. Pembacaan puisi ikut menambah kedalaman acara. Selanjutnya, deretan penampilan seni memasuki panggung dan menghidupkan emosi penonton.




Opick menampilkan musik religi yang menenangkan hati. Kemudian, Sirkus Barock dan Sawung Jabo membangkitkan semangat penonton lewat irama yang membuat semua ikut bernyanyi. Setelah itu, Balung Sempal Band, Tjongpick, Gejog Lesung Tetep Tresno, Hadroh Tali Tasbih, hingga Wayang Ki Kenci Wisnu Aji tampil bergantian. Penampilan mereka membuat malam semakin meriah dan terasa akrab.

.Dalam kesempatan tersebut, istri almarhum, Ambar Yani, menyampaikan rasa haru. Ia menceritakan perjalanan hidup bersama suaminya sejak pertama kali bertemu pada 1985. Ia mengingat bagaimana Ambar Polah selalu mendorong keluarga untuk berani melangkah dan memaksimalkan potensi diri.
.Menurutnya, suaminya tidak pernah berhenti berkarya, bahkan sering menghabiskan malam tanpa tidur demi menyelesaikan lagu atau konsep kreativitas. Yani menegaskan bahwa nilai kedisiplinan, keberanian, dan keikhlasan Ambar Polah menjadi warisan yang terus hidup dalam keluarga.

Sebagai tambahan, ia menyampaikan bahwa cita-cita suaminya untuk meningkatkan kualitas UMKM, menata kesenian, memperkuat budaya, dan mendorong kebijakan publik masih menjadi arah perjuangan keluarga hingga kini.

Ketua pelaksana, Nurul Muslimin (Uung), menyampaikan bahwa Haul Ambar Polah tidak sekadar peringatan. Ia menegaskan bahwa acara ini menjadi ruang inspirasi. Para seniman, pengusaha, hingga aktivis UMKM berkumpul untuk mengingat nilai-nilai keberanian almarhum.

Ia menyebut bahwa Ambar Polah selalu berani menyuarakan kebenaran. Ia menghadapi persoalan sosial secara langsung dan tidak ragu mengkritik ketidakadilan. Karena itu, Uung berharap haul ini dapat memberikan stimulus bagi generasi muda agar terus bergerak, berkarya, dan berani memperjuangkan gagasannya.

Inisiator acara, Roby Kusuma Hatta, mengungkapkan bahwa kepergian Ambar Polah meninggalkan ruang kosong dalam dunia kreatif Yogyakarta. Namun, ia percaya bahwa semangat Ambar terus hidup di tengah teman-temannya.
Menurutnya, haul ini menjadi momen penting untuk menghidupkan kembali energi perubahan yang pernah dibawa Ambar Polah. Ia mengajak para pelaku kreatif dan UMKM untuk menggunakan momentum ini sebagai penggerak baru. Dengan demikian, perjuangan Ambar Polah akan terus berdenyut dalam langkah-langkah mereka.

Putri almarhum, Sinta, menyampaikan rasa harunya. Ia merasa sangat tersentuh karena sahabat-sahabat ayahnya tetap hadir setelah tujuh tahun berlalu. Ia berpikir bahwa kehangatan tersebut menjadi pengingat penting baginya untuk terus memberikan manfaat bagi banyak orang.

Sinta menegaskan bahwa ayahnya selalu mengatakan,
“Orang pintar banyak. Orang kreatif itu yang dicari.”
Menurutnya, pesan ini menjadi pegangan hidup yang terus ia terapkan dalam usaha dan aktivitas organisasi yang ia jalankan sekarang.




Melalui Haul 7 Tahun Ambar Polah, para sahabat menghidupkan kembali gagasan-gagasan besar yang pernah ia perjuangkan. Mulai dari penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, hingga keberanian untuk bersuara dalam ruang politik.Karena itu, acara ini tidak hanya mengenang, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bergerak. Melalui rangkaian seni dan suara rakyat, nilai-nilai almarhum kembali mengalir dan memberi arah baru bagi mereka yang ingin melanjutkan perjuangannya.




Saat lampu-lampu JEC menyala, penonton merasakan kehangatan yang menyentuh jiwa. “Nyanyian Rakyat” bukan sekadar tema,melainkan jembatan antara kenangan, harapan, dan masa depan.Haul ini akhirnya menegaskan bahwa Ambar Polah tidak pernah benar-benar pergi. Ia tetap hidup melalui karya, nilai, dan energi yang diwariskannya kepada banyak orang. (Raja)
Editor : (R.M.Neutron Aprima/Red)





























































Tinggalkan Balasan